
Pantau - Kementerian Perhubungan melakukan penyesuaian operasional sejumlah layanan transportasi menjelang pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Bali guna memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar sekaligus menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian.
Penyesuaian tersebut dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan yang terkait dengan layanan transportasi melalui koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, instansi terkait, dan unsur masyarakat adat.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, "Penyesuaian operasional transportasi ini dilakukan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan baik sebelum dan sesudah Nyepi, sekaligus menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian yang menjadi bagian penting dari kearifan lokal masyarakat Bali."
Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan Hari Raya Nyepi sekaligus upaya menjaga keselamatan dan kenyamanan perjalanan masyarakat selama periode tersebut.
Dudy Purwagandhi juga mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan lebih awal agar perjalanan dapat berlangsung dengan tertib.
"Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal sehingga perjalanan dapat berlangsung dengan tertib, selamat, aman, dan nyaman," ungkapnya.
Penyesuaian Operasional Bandara dan Penyeberangan
Sejumlah moda transportasi di Bali akan menghentikan operasional sementara selama pelaksanaan Nyepi sebagai bentuk penghormatan terhadap Catur Brata Penyepian yang berlangsung selama 24 jam.
Operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan dihentikan sementara mulai Kamis 19 Maret 2026 pukul 06.00 WITA hingga Jumat 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA.
Selama periode tersebut seluruh aktivitas penerbangan baik domestik maupun internasional tidak beroperasi.
Aktivitas penerbangan akan kembali berjalan normal setelah periode Nyepi berakhir.
Penyesuaian operasional juga dilakukan pada layanan transportasi penyeberangan yang menghubungkan Bali dengan wilayah sekitarnya.
Pada lintasan Ketapang Gilimanuk layanan penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang Jawa Timur akan dihentikan mulai Rabu 18 Maret 2026 pukul 17.00 WIB.
Sementara layanan penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk Bali akan ditutup mulai Kamis 19 Maret 2026 pukul 05.00 WITA.
Layanan penyeberangan tersebut akan kembali dibuka pada Jumat 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA setelah pelaksanaan Nyepi selesai.
Layanan pelayaran pada lintasan Padang Bai Lembar juga akan menyesuaikan jadwal operasional dengan penghentian sementara selama pelaksanaan Nyepi.
Aktivitas pelayaran pada lintasan tersebut akan kembali beroperasi setelah periode Nyepi berakhir.
Penyesuaian Terminal dan Imbauan kepada Masyarakat
Pada sektor transportasi darat terminal angkutan umum di Bali juga melakukan penyesuaian operasional selama periode Nyepi.
Terminal Tipe A Mengwi sebagai salah satu simpul transportasi utama di Bali akan membatasi layanan keberangkatan bus antarkota antarprovinsi hingga siang hari pada H-1 Nyepi.
Operasional terminal akan dihentikan selama Hari Raya Nyepi berlangsung.
Terminal tersebut akan kembali beroperasi secara normal setelah Nyepi berakhir.
Menteri Perhubungan juga meminta operator transportasi memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi selama periode penyesuaian operasional.
Operator transportasi diminta memastikan kelayakan armada serta kesiapan sumber daya manusia yang bertugas selama periode tersebut.
Pemerintah berharap mobilitas masyarakat menjelang dan setelah Hari Raya Nyepi dapat berlangsung lebih terencana dengan tetap mengedepankan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan.
Masyarakat yang akan melakukan perjalanan menuju maupun keluar dari Bali juga diimbau untuk memperhatikan jadwal operasional transportasi yang berlaku serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga keharmonisan dan menghormati nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Bali selama pelaksanaan Hari Raya Nyepi.
- Penulis :
- Shila Glorya







