Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Kaji Efisiensi Anggaran dan Dampaknya terhadap Rekrutmen ASN di Tengah Ketidakpastian Global

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemerintah Kaji Efisiensi Anggaran dan Dampaknya terhadap Rekrutmen ASN di Tengah Ketidakpastian Global
Foto: Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan keterangan seusai menghadiri Rapat Koordinasi Program Strategis Presiden di Gedung Kemenhan, Jakarta, Selasa 17/3/2026 (sumber: ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Pantau - Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan tengah mengkaji dampak kebijakan efisiensi anggaran terhadap aparatur sipil negara (ASN), termasuk kemungkinan penyesuaian rekrutmen pegawai baru.

Prasetyo menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah belum dapat menyampaikan jumlah pasti ASN yang terdampak kebijakan tersebut.

"Dibahas itu sebagai salah satunya. Maka tadi saya sampaikan bahwa kalau pertanyaan jumlah kita belum siang ini belum bisa menyampaikan jumlah secara pasti," ungkapnya.

Penyesuaian Rekrutmen ASN

Prasetyo menjelaskan bahwa setiap tahun terdapat ASN yang memasuki masa pensiun secara alami sehingga pemerintah mempertimbangkan penyesuaian jumlah rekrutmen pegawai baru.

"Berkenaan dengan fiskal, sebenarnya setiap tahun memang secara alami ada sejumlah ASN yang memang memasuki batas usia pensiun," ia mengungkapkan.

Ia menambahkan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pengendalian anggaran negara tanpa mengabaikan kebutuhan tenaga kerja di sektor strategis.

Pemerintah memastikan kebutuhan tenaga kerja di sektor prioritas tetap terpenuhi secara optimal meski kebijakan efisiensi diterapkan.

Dampak Ketidakpastian Global

Kebijakan efisiensi anggaran dibahas dalam konteks menjaga keseimbangan fiskal negara di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Ketidakpastian tersebut dipicu oleh konflik perang yang masih berlangsung di berbagai kawasan seperti Rusia dan Ukraina serta ketegangan di Timur Tengah.

Dampak konflik global tersebut meliputi fluktuasi harga energi dan pangan serta terganggunya rantai pasok internasional.

Kondisi ini turut mempengaruhi indikator makroekonomi seperti inflasi, nilai tukar, dan harga komoditas strategis sehingga pemerintah mengambil langkah antisipatif melalui efisiensi anggaran.

Penulis :
Leon Weldrick