Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BNN Musnahkan 34,21 Kg Narkotika Hasil Pengungkapan Kasus di Bali dan Jakarta

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

BNN Musnahkan 34,21 Kg Narkotika Hasil Pengungkapan Kasus di Bali dan Jakarta
Foto: Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Pemberantasan BNN RI Brigadir Jenderal Polisi Roy Hardi Siahaan memusnahkan barang bukti narkotika, di Jakarta, Selasa 17/3/2026 (sumber: ANTARA/Agatha Olivia Victoria)

Pantau - Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) memusnahkan 34,21 kilogram barang bukti narkotika hasil pengungkapan sembilan kasus di Bali dan Jakarta pada Selasa, 17 Maret 2026 di Jakarta.

Pemusnahan dan Rincian Barang Bukti

Pemusnahan dilakukan oleh Pelaksana Tugas Deputi Pemberantasan BNN RI Brigadir Jenderal Polisi Roy Hardi Siahaan di Jakarta.

Barang bukti tersebut berasal dari sembilan kasus dengan total 13 tersangka.

Rincian barang bukti yang dimusnahkan meliputi 27,73 kilogram sabu.

Sebanyak 1,83 kilogram ekstasi atau 3.916 butir turut dimusnahkan.

Terdapat mephedrone dalam bentuk padatan seberat 0,64 kilogram.

Mephedrone cair sebanyak 7.247 mililiter juga dimusnahkan.

Prekursor cairan sebanyak 24.722 mililiter termasuk dalam barang bukti.

Bahan kimia padatan sebanyak 4 kilogram turut dimusnahkan.

Bahan kimia cairan sebanyak 198.129 mililiter juga dimusnahkan.

Pengungkapan Kasus dan Modus Jaringan

Sebagian besar barang bukti berasal dari pengungkapan kasus melalui jalur udara.

Pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja sama Tim BNN dengan Bea dan Cukai serta petugas di Bandara Soekarno-Hatta, Banten.

Dalam operasi tersebut diamankan 11 orang yang membawa sabu dari Pulau Sumatera menuju wilayah timur Indonesia seperti Lombok dan Sulawesi.

Selain itu, BNN membongkar laboratorium gelap narkotika di Bali.

Laboratorium tersebut dikelola oleh dua warga negara asing asal Rusia.

Pelaku diduga memproduksi narkotika sintetis jenis mephedrone.

Roy mengatakan, "Ini merupakan komitmen pemerintah Indonesia dalam memberantas peredaran narkotika di Tanah Air, baik melalui jalur udara maupun perbatasan."

Ia menambahkan, "Modus operandi jaringan internasional narkotika semakin kompleks sehingga membutuhkan upaya serius."

Upaya Pencegahan dan Peran Masyarakat

BNN terus melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan untuk menciptakan masyarakat bebas narkotika.

Masyarakat diimbau berperan aktif dalam memerangi narkoba dengan menjaga lingkungan keluarga dan komunitas.

Masyarakat juga didorong mendukung program edukasi anti narkotika.

Warga diminta melaporkan indikasi penyalahgunaan dan peredaran narkotika melalui kanal resmi dengan menghubungi pusat telepon 184.

Partisipasi masyarakat dinilai penting agar upaya pemberantasan narkoba lebih efektif.

Tujuan akhirnya adalah mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba atau Bersinar.

Penulis :
Shila Glorya