
Pantau - Duta Besar RI untuk Malaysia Dato Mohammad Iman Hascarya Kusumo menjalankan diplomasi tanpa jeda dalam dua bulan terakhir di Kuala Lumpur guna memperkuat hubungan bilateral serta meningkatkan perlindungan WNI di Malaysia.
Diplomasi tanpa jeda dimaknai sebagai diplomasi maraton dengan menemui berbagai pihak mulai dari korps diplomatik hingga Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan jajaran kabinet.
Kuala Lumpur tidak hanya menjadi pusat administrasi KBRI, tetapi juga menjadi panggung diplomasi aktif yang berfokus pada kepentingan nasional Indonesia.
Penguatan Hubungan dengan Korps Diplomatik
Dalam awal penugasan, Dubes Iman melakukan kunjungan kehormatan kepada negara-negara sahabat khususnya ASEAN sebagai langkah perkenalan dan penguatan kerja sama.
Pertemuan pertama dilakukan dengan Komisaris Tinggi Singapura untuk Malaysia Vanu Gopala Menon yang membahas peluang kolaborasi di berbagai bidang strategis.
Dubes Iman juga bertemu Dubes Filipina Maria Angela Abrera Ponce dengan fokus pada perlindungan pekerja migran dan berbagi praktik terbaik termasuk program peningkatan keterampilan.
Pertemuan dengan Dubes Timor-Leste Lisualdo Menezes Coimbra Gaspar menegaskan hubungan erat kedua negara serta peluang kerja sama di sektor industri kesehatan.
Sementara itu, pertemuan dengan Dubes Kamboja Ouk Chandara membahas peningkatan kerja sama pariwisata, konektivitas masyarakat, serta peluang ekspor produk Indonesia.
Dalam pertemuan dengan Dubes Thailand Lada Phumas, dibahas kerja sama IMT-GT serta isu keberlanjutan minyak sawit, pariwisata, dan konektivitas kawasan.
Dubes Iman juga bertemu Dubes Laos Sengmany Theptavone yang menyoroti hubungan ekonomi positif serta peluang kerja sama di sektor mineral, pertanian, dan pupuk.
Pertemuan dengan Dubes Vietnam Dinh Ngoc Linh menekankan penguatan hubungan ekonomi dan komitmen menjaga persatuan ASEAN.
Diplomasi dengan Pemerintah Malaysia dan Perlindungan WNI
Selain korps diplomatik, Dubes Iman melakukan pertemuan dengan pemerintah Malaysia termasuk Menteri Luar Negeri Mohamad Hasan untuk membahas persiapan KTT D-8 ke-12 di Indonesia dan undangan Ocean Impact Summit Juni 2026.
Malaysia menyatakan komitmen hadir pada tingkat tinggi serta memperkuat kerja sama bilateral dan regional.
Pertemuan dengan pimpinan parlemen Malaysia menegaskan kuatnya hubungan legislatif kedua negara yang tercermin dari intensitas kunjungan antar parlemen.
Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Anwar Ibrahim, dibahas stabilitas kawasan dan peningkatan perdagangan terutama di wilayah perbatasan.
PM Anwar menyatakan "komunikasi rutin dengan Presiden Prabowo Subianto terus dilakukan untuk mendorong peningkatan kerja sama perdagangan", ungkapnya.
Di bidang hukum, Dubes Iman bertemu Jaksa Agung Malaysia Mohd Dusuki Mokhtar untuk membahas kerja sama Bantuan Hukum Timbal Balik dan ekstradisi serta dukungan keanggotaan Indonesia di HCCH.
Dalam sektor ekonomi, pertemuan dengan Menteri Perdagangan dan Industri Johari Abdul Ghani membahas penguatan perdagangan, investasi, serta peluang kolaborasi industri termasuk promosi pembangunan IKN.
Perlindungan WNI menjadi prioritas utama dalam seluruh rangkaian diplomasi termasuk pertemuan dengan Ketua Polisi Negara Malaysia terkait keamanan, kejahatan siber, dan penanganan WNI tidak terdokumentasi.
Dubes Iman juga bertemu Menteri Sumber Manusia Malaysia Ramanan Ramakrishnan untuk membahas kerja sama ketenagakerjaan dan perlindungan pekerja migran khususnya sektor domestik melalui Joint Working Group.
Diplomasi tanpa jeda ini diharapkan terus berlanjut melalui pertemuan konkret guna meningkatkan kerja sama lintas sektor dan optimalisasi perlindungan WNI di Malaysia.
- Penulis :
- Shila Glorya








