
Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan isu yang menyebut siswa harus datang ke sekolah untuk mengambil Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat pembelajaran daring adalah tidak benar atau hoaks.
BGN Bantah Isu dan Jelaskan Kebijakan
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya menyatakan hingga saat ini pemerintah belum menetapkan kebijakan pembelajaran daring bagi siswa sekolah.
"Sampai saat ini, pemerintah sendiri belum memutuskan kebijakan pembelajaran online pada anak-anak sekolah," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa BGN juga belum menyusun petunjuk teknis terkait penyaluran MBG dalam situasi pembelajaran daring.
Sony menambahkan bahwa pelaksanaan program MBG masih mengacu pada mekanisme saat pembelajaran tatap muka berlangsung di sekolah.
Imbauan Waspada Hoaks dan Evaluasi Kebijakan
BGN mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya, terutama yang beredar di media sosial.
"Jika nantinya ada kebijakan baru, termasuk dalam situasi pembelajaran daring, tentu akan kami kaji secara matang dan diumumkan secara resmi," ujarnya.
Sebelumnya, beredar isu pembelajaran daring akan diterapkan kembali mulai April 2026 sebagai bagian dari upaya penghematan energi, namun belum ada keputusan resmi dari pemerintah.
BGN memastikan program MBG tetap dijalankan sesuai standar kualitas gizi dan tata kelola agar manfaatnya dapat dirasakan siswa di seluruh Indonesia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








