
Pantau - Pemerintah mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat meski masih berada dalam masa transisi dari darurat ke pemulihan yang ditargetkan berakhir pada 30 Maret 2026.
Percepatan Huntap di Masa Transisi
Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa seluruh wilayah terdampak saat ini masih dalam tahap transisi sebelum memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi yang dijadwalkan mulai 1 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa dalam praktik penanggulangan bencana, pembangunan hunian tetap umumnya dilakukan pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Namun, percepatan dilakukan karena kebutuhan mendesak masyarakat untuk segera memiliki tempat tinggal permanen.
"Dalam ilmu kebencanaan, rehabilitasi rekonstruksi itu dimulai dengan pembangunan hunian tetap. Tapi karena tadi disampaikan oleh Bapak Kasatgas (Tito Karnavian) bahwa masyarakat ini sudah sangat ingin segera dibangunkan hunian tetap, makanya walaupun masih di tahap transisi, belum masuk rehabilitasi rekonstruksi, kita sudah membangunkan hunian tetap," ungkapnya.
Dukungan Anggaran dan Pendataan Warga
Suharyanto mengatakan bahwa dukungan anggaran dari pemerintah pusat saat ini masih difokuskan pada bantuan stimulan untuk rumah rusak ringan dan sedang.
Meski demikian, pembangunan rumah untuk kategori rusak berat juga telah mulai dilakukan di sejumlah lokasi terdampak.
"Di BNPB sendiri anggaran yang diberikan oleh Kementerian Keuangan ini baru sampai tahap stimulan rumah rusak ringan dan rusak sedang. Tetapi sekali lagi, rusak berat ini pun sudah kita mulai bangun," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah untuk mempercepat pendataan warga calon penerima huntap agar pembangunan dapat segera direalisasikan.
"Semua kepala daerah menyampaikan hal yang sama, minta huntap cepat dibangun. Tapi datanya harus jelas dulu," kata Tito.
Ia menegaskan bahwa kejelasan data menjadi kunci agar pemerintah pusat dapat mempercepat pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana.
- Penulis :
- Arian Mesa







