Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Wastra Lombok dan Bali Tembus Panggung Dunia Lewat Pameran dan Buku di Australia Selatan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Wastra Lombok dan Bali Tembus Panggung Dunia Lewat Pameran dan Buku di Australia Selatan
Foto: Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam berdialog dengan Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia membahas tentang agenda peluncuran buku dan pameran internasional di Pendopo Gubernur NTB, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis 26/7/2026 (sumber: ANTARA/Sugiharto Purnama)

Pantau - Kepala Museum Negeri Nusa Tenggara Barat Ahmad Nuralam menyatakan wastra Lombok dan Bali berhasil menembus panggung internasional melalui pameran dan peluncuran buku di Kota Adelaide, Australia Selatan.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Mei 2026 untuk pameran dan Juni 2026 untuk peluncuran buku ini merupakan bentuk diplomasi budaya untuk memperkenalkan kekayaan budaya NTB ke masyarakat global.

Ahmad Nuralam mengungkapkan bahwa benda budaya asal NTB mendapat perhatian besar dari masyarakat Australia dan menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan tersebut.

Pameran Internasional dan Kolaborasi Budaya

Pameran bertajuk Two Islands, One Thread: Textiles of Lombok and Bali menampilkan koleksi kain dari Lombok dan Bali secara bersamaan yang menunjukkan keterkaitan sejarah dan budaya kedua daerah.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Art and Gallery South of Australia (AGSA) dan Museum NTB yang juga menghadirkan koleksi tekstil milik pihak Australia.

Museum NTB membawa enam koleksi artefak untuk dipamerkan bersama koleksi lainnya dalam ajang internasional tersebut.

Buku Kajian Wastra dan Apresiasi Budaya

Buku setebal sekitar 500 halaman yang disponsori kolektor asal Australia Michael Abbott memuat kajian mendalam tentang corak, warna, benang, dan bahan kain tradisional Lombok seperti songket dan limpot umbaq.

Dua pegawai Museum NTB, Bunyamin dan Salsabila Luqyana, terlibat sebagai penulis dengan masing-masing membahas manuskrip lontar serta hubungan motif kain tenun dengan simbol artefak seperti batu nisan.

Kajian tersebut menemukan adanya korelasi antara motif dalam manuskrip, batu nisan, dan kain tenun yang menunjukkan simbol budaya yang hidup di masyarakat.

Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia memberikan apresiasi dan menyatakan "Alhamdulillah, kami punya orang yang sangat perhatian terhadap simbol, filosofi, dan arti dari budaya NTB," ungkapnya.

Sinta menilai kegiatan ini berkontribusi meningkatkan literasi budaya NTB yang masih terbatas serta memperluas akses informasi mengenai simbol budaya daerah.

Ia juga optimistis kegiatan ini sejalan dengan visi NTB Mendunia dan promosi budaya melalui wastra menjadi cara efektif menarik perhatian global terhadap daerah tersebut.

Penulis :
Leon Weldrick