Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Komisi X DPR RI Soroti Penguatan Literasi Nasional untuk Hadapi Derasnya Arus Informasi Digital

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Komisi X DPR RI Soroti Penguatan Literasi Nasional untuk Hadapi Derasnya Arus Informasi Digital
Foto: (Sumber : Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat. Foto : Istimewa/Andri.)

Pantau - Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya penguatan literasi nasional sebagai fondasi menghadapi tantangan era informasi yang semakin kompleks, Kamis (26/03).

Tantangan Literasi di Era Digital

Lestari menyampaikan bahwa literasi di era digital tidak hanya sebatas kemampuan membaca, tetapi juga menuntut kemampuan berpikir kritis dalam memahami dan menyaring informasi.

Ia mengungkapkan, "Tantangan literasi saat ini sangat berat. Masyarakat harus mampu berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi."

Data Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan capaian literasi peserta didik masih perlu ditingkatkan.

Pemahaman tekstual tercatat sebesar 49,21 persen, pemahaman inferensial 43,21 persen, serta kemampuan evaluatif dan apresiatif terhadap teks sebesar 45,32 persen.

Ia menilai capaian tersebut menunjukkan lebih dari separuh peserta didik belum memiliki fondasi literasi yang kuat.

Ia menegaskan, "Ini bukan sekadar persoalan angka, tetapi ancaman nyata bagi daya saing dan kedaulatan bangsa."

Dorongan Akses Buku dan Peran Guru

Lestari mengungkapkan sejumlah tantangan dalam peningkatan literasi nasional, mulai dari kesenjangan antarwilayah, dominasi budaya lisan, mahalnya harga buku, hingga kurangnya dukungan keluarga.

Sebagai solusi, ia mendorong peningkatan akses terhadap buku berkualitas melalui penguatan perpustakaan serta penghapusan pajak buku dan bahan baku kertas.

Ia juga menyampaikan DPR RI tengah mendorong revisi regulasi perbukuan untuk mendukung upaya tersebut.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pemerataan distribusi guru berkualitas di seluruh daerah.

Ia mengatakan, "Guru adalah panglima literasi di lapangan. Tidak cukup hanya menempatkan guru, tetapi juga harus memastikan dukungan dan insentif yang layak."

Lestari juga mendorong agar peningkatan literasi dijadikan gerakan nasional yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.

Ia menutup dengan menyatakan, "Literasi adalah fondasi kedaulatan bangsa. Jika generasi penerus tidak mampu menelaah informasi dengan baik, hal itu berpotensi menggerus kedaulatan Ibu Pertiwi."

Penulis :
Aditya Yohan