
Pantau - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat memfasilitasi mediasi antara masyarakat dan kontraktor terkait kendala pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.
Kendala Pembangunan Pabrik Es
Mediasi dilakukan untuk mengatasi hambatan utama dalam proyek, khususnya pembangunan pabrik es yang hingga kini belum dapat berjalan optimal.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP NTB Syaifuddin Zuhri menjelaskan bahwa "Spesifikasi pabrik es yang dibangun adalah slurry ice atau bubur es air laut yang membutuhkan instalasi pipa untuk penyedotan air laut," ungkapnya.
Ia menyebutkan jalur instalasi pipa yang dinilai paling efisien saat ini masih berada di area yang dikuasai oleh warga setempat.
Kondisi tersebut mengharuskan adanya kesepakatan antara masyarakat dan kontraktor agar pembangunan dapat dilanjutkan tanpa konflik.
DKP NTB menilai koordinasi lintas pihak menjadi kunci utama dalam mencari solusi yang tidak merugikan masyarakat sekaligus menjaga kelancaran proyek.
Progres Proyek dan Harapan Pemerintah
Berdasarkan hasil monitoring, progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Bintaro telah mencapai 23 persen dan masih berjalan sesuai rencana kerja.
Proyek ini ditargetkan rampung 100 persen pada akhir Juni 2026.
DKP NTB berharap proses mediasi dapat segera menghasilkan kesepakatan terkait jalur instalasi pipa agar tidak menghambat progres pembangunan.
Kampung Nelayan Merah Putih Bintaro merupakan bagian dari program pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir melalui pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi perikanan.
Kelurahan Bintaro dipilih karena merupakan salah satu kantong permukiman nelayan di Kota Mataram yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas dasar dan akses teknologi pengolahan hasil perikanan.
Wilayah tersebut juga rentan terhadap abrasi dan banjir rob sehingga membutuhkan penataan lingkungan yang lebih baik.
Fasilitas yang dibangun meliputi shelter pendaratan ikan, kotak pendingin portabel, gudang beku, pabrik es, kios perbekalan, kantor pengelola, balai pertemuan, rumah genset, hingga bengkel nelayan.
Syaifuddin menyampaikan bahwa "Kami berharap keberadaan program Kampung Nelayan Merah Putih mampu memberikan perubahan signifikan bagi masyarakat setempat," ujarnya.
- Penulis :
- Shila Glorya








