Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

DPR Desak Pemerintah Gencarkan Vaksinasi Campak untuk Dewasa Usai Kasus Dokter Muda Meninggal

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

DPR Desak Pemerintah Gencarkan Vaksinasi Campak untuk Dewasa Usai Kasus Dokter Muda Meninggal
Foto: (Sumber : Seorang dokter menyiapkan vaksin campak untuk disuntikkan kepada balita di Puskesmas Ibrahim Adjie, Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/3/2026). Pemerintah Kota Bandung menggencarkan layanan vaksinasi campak bagi balita dengan membuka jadwal vaksinasi yang sebelumnya setiap dua minggu sekali kini setiap minggu guna mencegah penyebaran virus rubela yang hingga Februari 2025 tercatat mencapai 252 kasus di Jawa Barat. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/sgd)

Pantau - Anggota Komisi IX DPR RI mendesak pemerintah memperluas vaksinasi campak bagi kelompok dewasa, terutama tenaga medis, setelah seorang dokter muda meninggal akibat komplikasi penyakit tersebut.

Kasus Kematian Jadi Peringatan Serius

Anggota DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa menyebut kasus meninggalnya dokter magang berusia 26 tahun di Cianjur sebagai peringatan serius bagi pemerintah.

“Kami sangat berduka. Kejadian ini adalah wake-up call yang sangat serius. Penyakit ini tidak bisa lagi dianggap remeh karena terbukti berujung pada komplikasi mematikan," ungkap Neng Eem.

Ia menegaskan pemerintah harus segera menggencarkan imunisasi bagi orang dewasa, khususnya tenaga medis yang berada di garis depan pelayanan kesehatan.

Menurutnya, selama ini program vaksinasi lebih terfokus pada anak-anak, sementara kelompok dewasa masih rentan terpapar karena mobilitas tinggi dan intensitas interaksi dengan pasien.

Risiko Penularan dan Ancaman KLB

Neng Eem mengungkapkan data menunjukkan peningkatan kasus campak yang mengkhawatirkan, dengan 45 kejadian luar biasa (KLB) di 29 daerah dan lebih dari 8.300 kasus hingga Februari 2025.

“Tenaga medis setiap hari bertaruh nyawa menghadapi infeksi menular. Memastikan mereka mendapatkan imunisasi lengkap dan berkala bukan hanya soal perlindungan individu," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa langkah tersebut juga penting untuk mencegah penularan di fasilitas layanan kesehatan.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sebelumnya menyatakan akan mengarah pada program vaksinasi bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis.

“Apakah ada rencana vaksinasi? Ya betul, kita akan mengarah ke sana," ungkap Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni.

Kemenkes mencatat sekitar 8 persen kasus campak terjadi pada orang dewasa meskipun mayoritas masih didominasi anak-anak.

Penulis :
Aditya Yohan