Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

SPPG Kemayoran Evaluasi Karyawan Berkala untuk Tingkatkan Kualitas Program Makan Bergizi Gratis

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

SPPG Kemayoran Evaluasi Karyawan Berkala untuk Tingkatkan Kualitas Program Makan Bergizi Gratis
Foto: (Sumber : Juru masak tengah mengolah menu MBG di SPPG Kemayoran Harapan Mulia 1, Jakarta Pusat, pada Selasa (31/3/2026). Di hari pertama SPPG ini beroperasi kembali pascalibur Lebaran, menu yang disajikan yakni nasi uduk, ayam kecap, tahu cabai hijau, tumis wortel dan jagung, serta semangka. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.)

Pantau - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemayoran Harapan Mulia 1 terus meningkatkan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melakukan evaluasi karyawan secara berkala setiap satu hingga dua minggu.

Evaluasi SDM dan Higienitas Diperketat

Kepala SPPG Kemayoran Harapan Mulia 1 Fakhri Irfan Pribadi mengatakan evaluasi dilakukan untuk memastikan kemampuan relawan tetap optimal dalam menjalankan program.

"Sebenarnya kita melihat semua karyawan ini, mereka sudah beretika, tetapi kembali lagi, kami terus mengevaluasi kemampuan SDM relawan," ungkap Fakhri di Jakarta, Selasa (31/3).

Ia menjelaskan evaluasi mencakup edukasi gizi, pelatihan relawan, serta peningkatan kemampuan dalam pengelolaan makanan.

Selain itu, pihaknya juga memastikan higienitas setiap relawan sebelum mulai bekerja guna mencegah risiko keracunan pangan.

Terapkan Standar Keamanan Pangan

SPPG Kemayoran juga menerapkan standar Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dalam seluruh proses, mulai dari penerimaan bahan baku hingga distribusi makanan.

"Kalau misal dari penerimaan bahan baku, dari awal ada bahan baku yang menurut kita dari bau, aroma, atau teksturnya tidak sesuai, kita berhak mengembalikan ke pemasok," ujarnya.

Fakhri menambahkan pengolahan limbah juga dilakukan sesuai standar operasional prosedur dan petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional.

Pada hari pertama beroperasi kembali pascalibur Lebaran 2026, SPPG ini melayani 3.298 penerima manfaat dari tujuh sekolah serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Ia memastikan tidak ada perubahan signifikan pada menu harian, kecuali saat periode libur Lebaran yang menggunakan menu khusus dengan akumulasi anggaran.

Penulis :
Ahmad Yusuf