
Pantau - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menegaskan pentingnya perlindungan anak di lingkungan sekolah saat meninjau proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo, Jawa Timur.
Sekolah Harus Aman dan Bebas Perundungan
Ia memastikan tidak boleh ada praktik perundungan yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak di lingkungan pendidikan.
Ia menyatakan sekolah harus menjadi ruang yang aman dan mendukung bagi anak untuk belajar, berkembang, serta membangun karakter secara positif.
"Sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi anak untuk belajar dan berkembang tanpa perundungan," ungkapnya.
Ia juga berharap para siswa mampu memanfaatkan kesempatan mengakses pendidikan di Sekolah Rakyat secara optimal.
Fasilitas Dinilai Representatif dan Ramah Anak
Dalam kunjungan tersebut, Menteri turut mengecek berbagai fasilitas sarana dan prasarana sekolah, mulai dari asrama siswa hingga ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar.
Pemerintah memastikan fasilitas dan lingkungan pendidikan di Sekolah Rakyat Ponorogo ramah anak serta mampu mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal.
Ia menyebut lokasi sekolah nyaman dengan udara bersih serta fasilitas yang tersedia dalam kondisi baik sehingga anak-anak dapat belajar dengan nyaman.
"Fasilitas di sini sangat representatif dan memberikan ruang aman bagi anak untuk berekspresi," ia mengungkapkan.
Ia juga menyampaikan bahwa siswa mendapatkan makan tiga kali sehari serta dua kali makanan ringan selama mengikuti pendidikan di sekolah tersebut.
Program Sekolah Rakyat untuk Putus Rantai Kemiskinan
Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis berasrama yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Program ini bertujuan memutus rantai kemiskinan sekaligus menciptakan generasi berkarakter dan terampil melalui pendidikan setara jenjang SD, SMP, dan SMA.
Ia menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk investasi negara dalam menyiapkan generasi masa depan.
Program ini juga berawal dari perhatian Presiden Prabowo terhadap anak-anak Indonesia agar tidak ada lagi anak yang tidak bisa bersekolah.
"Semua anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses pendidikan," ujarnya.
Menteri menyatakan rasa bangga dan terharu melihat semangat anak-anak di Sekolah Rakyat Ponorogo yang dinilai membuktikan bahwa pendidikan ramah anak berbasis komunitas dapat berjalan efektif.
- Penulis :
- Arian Mesa









