Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Jakarta Timur Fokus Tangani Kesehatan Siswa Diduga Korban Keracunan MBG di Duren Sawit

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemkot Jakarta Timur Fokus Tangani Kesehatan Siswa Diduga Korban Keracunan MBG di Duren Sawit
Foto: (Sumber : Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Jati 03 Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (7/5/2025). ANTARA/Siti Nurhaliza/aa.)

Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur memprioritaskan penanganan kesehatan siswa dan guru yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Duren Sawit.

Penanganan Difokuskan pada Keselamatan Siswa

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur M. Fahmi menegaskan pihaknya belum dapat memastikan penyebab kejadian karena masih menunggu hasil pemeriksaan resmi.

Ia mengatakan, "Kalau Sudin Pendidikan itu, kami tidak punya kewenangan menyampaikan itu keracunan atau bukan."

Fahmi menambahkan, "Yang jelas kami fokus kepada keselamatan anak-anak, terutama terkait kesehatannya."

Siswa dan guru yang mengalami gejala langsung dirujuk ke Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit untuk mendapatkan penanganan medis.

Ia juga menyampaikan bahwa pendataan korban masih terus diperbarui karena jumlahnya bersifat fluktuatif.

Ratusan Siswa Terdampak, Investigasi Masih Berlangsung

Pemkot Jakarta Timur telah melakukan koordinasi lintas sektor bersama instansi kesehatan dan pihak terkait program MBG untuk menangani kasus tersebut.

Fahmi menegaskan, "Tidak bisa juga kita menyebut ini keracunan kalau datanya belum ada."

Ia juga mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil laboratorium.

Sementara itu, laporan dari orang tua siswa menyebut sekitar 135 siswa dan guru dari beberapa sekolah terdampak setelah mengonsumsi menu MBG pada Kamis (2/4).

Rinciannya meliputi SDN Pondok Kelapa 09 sebanyak 33 siswa, SDN Pondok Kelapa 01 sebanyak 37 siswa, SDN Pondok Kelapa 07 sebanyak 31 siswa, serta SMAN 91 sebanyak 34 orang termasuk guru dan tenaga kependidikan.

Sebanyak 15 orang dilaporkan menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara lainnya menjalani rawat jalan.

Pemkot memastikan penanganan terus dilakukan hingga seluruh siswa mendapatkan perawatan yang optimal sambil menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.

Penulis :
Aditya Yohan