
Pantau - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur mengevakuasi seekor anak komodo yang masuk ke permukiman warga di Dusun Londang, Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.
Kepala BBKSDA NTT Adhi Nurul Hadi menyatakan evakuasi dilakukan setelah warga melaporkan keberadaan komodo di dalam pondok pada Rabu, 7 April 2026.
“Respon cepat masyarakat sangat membantu proses penanganan agar dapat dilakukan secara aman, baik bagi warga maupun satwa," ungkap Adhi.
Setelah dievakuasi, petugas mengidentifikasi anak komodo tersebut dengan panjang 42 sentimeter dan berat 0,08 kilogram yang masih tergolong hatchling.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk pemasangan penanda PIT tag atau microchip serta pengambilan sampel darah sebelum dilepasliarkan.
Komodo tersebut dilepas ke habitat alaminya di kawasan Watu Pajung dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan kelangsungan hidup, termasuk menempatkannya di atas pohon untuk menghindari predator.
BBKSDA NTT menilai kemunculan komodo di permukiman warga perlu menjadi perhatian karena dalam beberapa waktu terakhir laporan serupa meningkat di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil pemantauan, jumlah komodo di kawasan itu diperkirakan berkisar antara 5 hingga 19 ekor.
BBKSDA NTT mengimbau masyarakat untuk tetap waspada guna mencegah konflik antara manusia dan satwa liar yang dilindungi tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








