HOME  ⁄  Nasional

Lampung Buka Peluang Investasi PLTS Terapung di Bendungan untuk Perkuat Ketahanan Energi Daerah

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Lampung Buka Peluang Investasi PLTS Terapung di Bendungan untuk Perkuat Ketahanan Energi Daerah
Foto: Ilustrasi- Bendungan Margatiga Lampung Timur yang akan dikembangkan untuk pengembangan PLTS terapung (sumber: ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

Pantau - Pemerintah Provinsi Lampung membuka peluang investasi pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di sejumlah bendungan guna meningkatkan ketahanan energi daerah.

Potensi Bendungan dan Minat Investor

Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Provinsi Lampung Sopian Atiek menyampaikan bahwa pemerintah daerah mendorong pemanfaatan energi terbarukan melalui proyek PLTS terapung.

Ia mengungkapkan, "Pemerintah daerah saat ini terus mendorong pemanfaatan serta pengembangan energi terbarukan, salah satunya melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga surya."

Lampung memiliki tiga bendungan besar yang dinilai potensial untuk proyek tersebut yakni Bendungan Batutegi, Bendungan Way Sekampung, dan Bendungan Margatiga.

Pemanfaatan bendungan itu ditujukan untuk menambah pasokan listrik di daerah.

Hingga kini, terdapat lima investor yang berminat untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut.

Investor lokal yang tertarik berasal dari Bakrie Energi dan PT SMI, sementara investor asing berasal dari Malaysia yakni Citra Global, serta dari China dan Jepang.

Sopian Atiek menjelaskan, "Sejumlah investor yang berminat itu kalau dari investor lokal adalah dari Bakrie Energi, kemudian PT SMI. Sedangkan investor yang berasal dari luar itu berasal dari Malaysia yakni Citra Global, lalu ada dari China dan dari Jepang, bahkan sudah ada yang membuat letter of intent (LOI) untuk pengembangan di Kabupaten Lampung Timur."

Tahap Studi dan Target Energi

Saat ini proyek pengembangan PLTS terapung masih berada pada tahap studi kelayakan sebelum masuk ke perencanaan investasi.

Nilai investasi proyek diperkirakan cukup besar sehingga memerlukan perhitungan rinci untuk menarik investor.

Sopian Atiek menyatakan, "Saat ini masih studi kelayakan lalu setelah itu baru dibuat rencana investasinya. Kalau dilihat dari rancangan awal nilai investasinya cukup besar, sehingga harus diperhitungkan secara rinci untuk menarik investor juga."

Pengembangan PLTS terapung ini bertujuan memaksimalkan potensi energi terbarukan di Lampung sekaligus mendukung ketahanan energi di masa depan.

Ia mengungkapkan, "Harapannya ini bisa berjalan dengan baik, sehingga Lampung makin maju dengan terbentuknya ketahanan energi di daerah."

Saat ini penggunaan energi hijau di Provinsi Lampung telah mencapai 36 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di kisaran 14 hingga 18 persen.

Pemerintah menargetkan bauran energi baru terbarukan di Lampung mencapai 40 persen pada 2032 dengan kapasitas pembangkit listrik meningkat hingga 1.600 Megawatt.

Penulis :
Shila Glorya