HOME  ⁄  Nasional

Penyaluran Bansos Penyintas Bencana di Sumatera Tembus Rp483,9 Miliar, Aceh Tertinggi

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Penyaluran Bansos Penyintas Bencana di Sumatera Tembus Rp483,9 Miliar, Aceh Tertinggi
Foto: Sejumlah warga saat duduk di depan hunian sementara (Huntara) yang dibangun Kementerian PU, di Aceh Utara, Selasa 24/2/2026 (sumber: ANTARA/Rahmat Fajri)

Pantau - Total penyaluran bantuan sosial bagi penyintas banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai Rp483,9 miliar hingga 6 April 2026.

Data Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mencatat, "Tepatnya total dana tersalur dari data laporan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera per 6 April 2026 sebesar Rp483.959,85 miliar", sebagaimana tertulis dalam laporan resmi.

Satgas PRR terus mempercepat distribusi bantuan guna menopang kehidupan penyintas di tiga provinsi terdampak.

Bantuan yang disalurkan meliputi jaminan hidup, isi hunian, serta stimulan sosial dan ekonomi untuk mendukung pemulihan dan kebutuhan ekonomi masyarakat.

Hingga awal April, bantuan telah menjangkau 60.373 jiwa dari total target 66.008 jiwa penerima.

Rincian Penyaluran per Provinsi

Aceh menjadi wilayah dengan realisasi tertinggi dengan 47.483 jiwa penerima dan total dana Rp366.298 miliar.

Sumatera Utara mencatat 11.091 jiwa penerima dengan total dana Rp101.371,3 miliar.

Sementara Sumatera Barat menjangkau 1.799 jiwa dengan total dana Rp16.290,550 miliar.

Skema bantuan jaminan hidup diberikan sebesar Rp15.000 per jiwa per hari selama tiga bulan.

Bantuan isi hunian disalurkan sebesar Rp3 juta per kepala keluarga.

Bantuan stimulan sosial dan ekonomi diberikan sebesar Rp5 juta per keluarga.

Dukungan Pemulihan dan Dana Tunggu Hunian

Pemerintah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian bagi penyintas yang belum menempati hunian sementara.

Besaran bantuan tersebut mencapai Rp600.000 per bulan selama tiga bulan atau total Rp1,8 juta per kepala keluarga.

Seluruh rekening penerima Dana Tunggu Hunian telah menerima transfer dengan capaian 100 persen untuk 14.775 penerima.

Rinciannya meliputi 8.709 penerima di Aceh, 4.162 di Sumatera Utara, dan 1.904 di Sumatera Barat.

Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian menyatakan bantuan disalurkan paralel dengan pembangunan hunian tetap.

Ia mengungkapkan, "Selama huntap belum jadi, masyarakat jangan khawatir, karena ada huntara. Nanti, dana uang lauk pauk sebesar Rp15.000 per orang per hari tetap jalan terus. Kalau huntap belum jadi tiga bulan, tetap saja akan (dilanjutkan) diberikan".

Bantuan uang lauk pauk tetap diberikan selama masa pembangunan hunian tetap yang ditargetkan selesai dalam tiga hingga empat bulan.

Pemerintah memastikan upaya pemulihan tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat terdampak.

Penulis :
Leon Weldrick