HOME  ⁄  Nasional

Pembersihan Lumpur Pascabanjir Aceh Capai 480 Lokasi, Satgas PRR Kejar Sisa Titik Sulit

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pembersihan Lumpur Pascabanjir Aceh Capai 480 Lokasi, Satgas PRR Kejar Sisa Titik Sulit
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Kendaraan mobil melintasi jalan yang sebelumnya tertimbun material runtuhan bukit di Gayo Lues, Aceh. ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo.)

Pantau - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera melaporkan pembersihan lumpur pascabanjir di Aceh telah mencapai 480 dari total 519 lokasi terdampak hingga Sabtu, dengan 39 lokasi tersisa masih dalam penanganan.

Fokus Penanganan di Permukiman Padat

Kepala Pos Komando Wilayah Aceh Satgas PRR, Safrizal, menjelaskan bahwa puluhan lokasi yang belum selesai berada di kawasan permukiman padat dengan kondisi drainase sempit.

Ia mengungkapkan, "Sebanyak 39 lokasi yang tersisa umumnya berada di kawasan permukiman padat dan memiliki drainase sempit sehingga memerlukan penanganan manual yang lebih teliti."

Menurutnya, personel terus dioptimalkan di titik-titik krusial guna mempercepat proses pembersihan dan memastikan lingkungan warga segera dapat digunakan kembali.

Satgas PRR juga mengerahkan Praja IPDN untuk membantu percepatan pembersihan fasilitas publik dan lingkungan, khususnya di wilayah Aceh Tamiang.

Program Padat Karya Libatkan Ratusan Warga

Selain pengerahan personel, pemerintah melanjutkan program padat karya tahap kedua atau cash for work yang melibatkan masyarakat terdampak secara langsung.

Di Kabupaten Pidie Jaya, tepatnya di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, program ini melibatkan 392 peserta dari unsur warga, aparat daerah, serta TNI dan Polri.

Safrizal menyampaikan, "Kekuatan di Pidie Jaya terdiri dari 300 warga lokal, 80 personel Satpol PP dan BPBD, serta didampingi 12 personel TNI/Polri."

Ia menambahkan, "Pelaksanaan gelombang pertama sudah berjalan pada 6-8 April dan akan dilanjutkan kembali pada 14-17 April mendatang, ini adalah bukti bahwa pemerintah dan masyarakat bahu-membahu di lapangan."

Safrizal juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang tidak utuh terkait penanganan pascabanjir di Aceh.

Ia menegaskan, "Data adalah fakta dan kerja kami adalah nyata, kami tidak akan berhenti sampai lokasi terakhir benar-benar tuntas."

Sebagai informasi tambahan, Satgas PRR menyebut seluruh infrastruktur vital dan jalan nasional tahap pertama telah selesai 100 persen sejak Januari 2026 dan kini fokus pada pembersihan lingkungan permukiman.

Penulis :
Ahmad Yusuf