HOME  ⁄  Nasional

BRIN Kembangkan Teknologi Gula Semut dari Sorgum untuk Alternatif Gula dan Dukung UMKM

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BRIN Kembangkan Teknologi Gula Semut dari Sorgum untuk Alternatif Gula dan Dukung UMKM
Foto: (Sumber : Petani memanfaatkan teknologi peralatan pengolahan gula semut berbasis nira sorgum manis sebagai alternatif sumber gula yang dikembangkan oleh Pusat Riset Teknologi Manufaktur Peralatan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). ANTARA/HO-BRIN.)

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional mengembangkan teknologi pengolahan gula semut berbasis nira sorgum manis sebagai alternatif sumber gula sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas pangan lokal.

Sorgum Jadi Sumber Gula Alternatif

Peneliti BRIN Sandi Darniadi menjelaskan sorgum memiliki potensi besar sebagai bahan baku pangan dan energi meski belum dimanfaatkan optimal.

Ia mengungkapkan, "Sorgum itu satu keluarga dengan tebu, tetapi lebih fleksibel pemanfaatannya. Selain untuk gula, bisa juga untuk bioetanol hingga pakan. Semua bagian tanaman bisa dimanfaatkan."

Ia menyebut kandungan gula sorgum berkisar 11–15 persen dan dinilai cocok untuk skala petani maupun usaha kecil.

Proses pengolahan dimulai dari ekstraksi nira menggunakan mesin roller press yang mampu menghasilkan sekitar 20 liter nira dari 100 kilogram batang sorgum.

Teknologi Efisien dan Ramah UMKM

Sandi menjelaskan pengolahan dilakukan melalui dua metode yakni vacuum evaporator untuk menghasilkan sirup dan open pan cooker untuk menghasilkan gula semut.

Ia mengatakan, "Untuk menghasilkan gula semut dari 15 liter nira, dibutuhkan waktu sekitar 3–5 jam, tergantung kandungan gula awalnya."

Setelah pemasakan, gula dikeringkan menggunakan oven dehydrator dan dihancurkan hingga menjadi butiran gula semut siap kemas.

Teknologi ini dinilai lebih efisien karena menggunakan gas sebagai sumber panas serta material stainless steel food grade yang lebih higienis.

Selain itu, desain alat yang modular dan mudah dipindahkan membuatnya cocok digunakan oleh pelaku UMKM dengan kapasitas sekitar 30 liter nira per proses.

Sebagai tambahan, inovasi ini diharapkan dapat mendorong diversifikasi sumber gula nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan sorgum secara optimal.

Penulis :
Ahmad Yusuf