
Pantau - Komisi IV DPR RI menilai revisi Undang-Undang tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan sangat penting untuk membenahi struktur industri peternakan nasional secara menyeluruh, guna mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat kemandirian produksi protein hewani dalam negeri.
Ketergantungan Impor Jadi Sorotan
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyampaikan bahwa kebutuhan protein hewani masyarakat Indonesia saat ini masih sangat bergantung pada pasokan luar negeri.
Ia menilai kondisi tersebut merupakan tantangan serius yang harus segera diatasi melalui pembenahan kebijakan, termasuk revisi undang-undang terkait.
"280 juta rakyat Indonesia, tapi kita makan protein daging susunya harus tergantung dari luar. Ini kayaknya tidak bisa terus-terusan seperti ini. Juga import ini harus segera dicari jalan keluarnya supaya kita tidak import lagi," ujarnya.
Pakan dan Lahan Jadi Faktor Kunci
Ia menegaskan bahwa persoalan peternakan tidak hanya berkaitan dengan jumlah ternak, tetapi juga mencakup aspek fundamental seperti penyediaan pakan dan ketersediaan lahan hijauan.
Selama ini, sektor hulu seperti pakan dinilai belum mendapatkan perhatian optimal dalam mendukung pengembangan peternakan nasional.
Menurutnya, kebijakan pembukaan lahan besar untuk komoditas tertentu belum diimbangi dengan perencanaan ekosistem peternakan yang memadai.
"Saya sepakat bahwa masalah peternakan ini bukan hanya mengenai binatangnya, tapi juga bagaimana makannya. Karena satu hektare tanah merumput hanya untuk berapa sapi? Itu kan kita harus dipikirkan juga," katanya.
Revisi UU untuk Transformasi Industri
Komisi IV DPR RI memandang revisi undang-undang sebagai instrumen penting untuk mengubah arah kebijakan peternakan nasional agar lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Regulasi yang diperbarui diharapkan mampu mendorong transformasi industri peternakan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Komisi IV DPR RI juga berkomitmen mendorong percepatan revisi undang-undang tersebut sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan dan energi, termasuk swasembada daging.
"Ini untuk revisi, revisi ini penting karena dengan revisi ini bisa merubah peta daripada industri peternakan kita ke depan. Dan ini sangat kita butuhkan," tegasnya.
- Penulis :
- Arian Mesa








