HOME  ⁄  Nasional

Indonesia Perkuat Kerja Sama dengan China untuk Pengentasan Kemiskinan melalui Industrialisasi dan Hilirisasi

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Indonesia Perkuat Kerja Sama dengan China untuk Pengentasan Kemiskinan melalui Industrialisasi dan Hilirisasi
Foto: Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara melakukan pertemuan dengan Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong di Jakarta, Senin 13/4/2026  (sumber: ANTARA/AMuzdaffar Fauzan)

Pantau - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Transmigrasi memperkuat kerja sama dengan China dalam upaya pengentasan kemiskinan dengan mengadopsi praktik industrialisasi dan hilirisasi, yang dibahas dalam pertemuan Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dengan Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong di Jakarta, Senin, 13 April 2026.

Penguatan kerja sama ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja di berbagai daerah.

Menteri Iftitah menyatakan pemerintah telah mempelajari langsung keberhasilan China dalam program transmigrasi dan pengentasan kemiskinan, termasuk relokasi besar-besaran penduduk yang diiringi pembangunan infrastruktur.

Ia mengungkapkan, "Kami menyaksikan sendiri bagaimana proses transmigrasi yang ada di Tiongkok, bagaimana mereka itu memindahkan lebih dari 9 juta jiwa karena adanya pembangunan pembangkit listrik tenaga air, membangun bendungan besar di sana, terus kemudian bagaimana mereka juga ikut memberdayakan masyarakat."

Ia menambahkan, "Sehingga melalui industrialisasi dan hilirisasi terbuka lebih banyak lapangan kerja, kemudian kemiskinan hilang dan tingkat pendapatan masyarakat meningkat bahkan berkali-kali lipat."

Adaptasi Model China dan Pengiriman Tim Ahli

Model keberhasilan China tersebut rencananya akan diadaptasi di 154 kawasan transmigrasi di Indonesia sebagai bagian dari strategi nasional pengentasan kemiskinan.

Dalam waktu dekat, pemerintah akan mengirim tim ahli yang terdiri dari pegawai Kementerian Transmigrasi dan akademisi dari 10 universitas terbaik di Indonesia untuk memperdalam pembelajaran.

Sepuluh universitas tersebut meliputi Universitas Indonesia, IPB University, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Hasanuddin.

Selain itu, perwakilan transmigran juga akan diberangkatkan ke China untuk mempelajari strategi pengentasan kemiskinan secara langsung.

Ia menyebutkan, "Kemudian ditambah juga nanti beberapa perwakilan transmigran untuk berangkat ke Tiongkok, mempelajari bagaimana cara untuk mengatasi kemiskinan yang ada di Indonesia."

Rencana Center of Excellence di Papua

Indonesia dan China juga membahas pembentukan Center of Excellence untuk pengentasan kemiskinan yang akan difokuskan di Papua dengan cakupan ketahanan pangan, energi, dan air.

Ia menjelaskan, "Kemudian kami juga berbicara tentang rencana kerja sama yang menyeluruh terkait dengan pengentasan kemiskinan ini melalui pembentukan semacam Center of Excellence untuk ketahanan pangan, ketahanan energi termasuk air yang kami fokuskan di Papua. Kami ingin membantu rakyat Papua sesuai dengan arahan dari Bapak Presiden."

Rencana kerja sama tersebut saat ini sedang dibahas lebih lanjut bersama Bappenas, termasuk skema dukungan dari pemerintah China.

Ia menambahkan, "Inilah yang kemudian nanti insya Allah sedang dibicarakan secara konkret melalui Bappenas, nanti Pemerintah Tiongkok juga akan memberikan hibah kepada Kementerian Transmigrasi untuk membantu Center of Excellence tersebut yang ada di Papua."

Pemerintah China menunjukkan minat tinggi terhadap proyek ini setelah melakukan survei langsung ke Papua.

Ia menyampaikan, "Berdasarkan penuturan dari Pak Dubes, mereka sangat antusias sekali dan ingin mewujudkan segera terwujudnya Center of Excellence untuk pengentasan kemiskinan yang ada di Papua."

Sementara itu, Duta Besar China Wang Lutong menegaskan kerja sama ini bertujuan meningkatkan kapasitas teknologi dan membuka peluang kerja bagi generasi muda Indonesia.

Ia mengatakan, “Jadi semua ini dirancang untuk meningkatkan teknologi dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi generasi muda Indonesia.”

Penulis :
Arian Mesa