HOME  ⁄  Nasional

BRIN Dorong Riset Strategis untuk Perkuat Industri Kosmetik Dalam Negeri

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BRIN Dorong Riset Strategis untuk Perkuat Industri Kosmetik Dalam Negeri
Foto: (Sumber : Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria saat ditemui di sela-sela kegiatan BRIN Goes To Industry III di Jakarta, Kamis (16/4/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad.)

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menargetkan penguatan riset strategis guna mendorong pertumbuhan dan kualitas industri kosmetik dalam negeri yang terus berkembang pesat.

Hal tersebut disampaikan Kepala BRIN Arif Satria di sela kegiatan BRIN Goes To Industry III di Jakarta, Kamis (16/04), menanggapi tingginya pertumbuhan industri kosmetik nasional dalam beberapa tahun terakhir.

"Industri kosmetik kita itu kan tumbuh 77 persen dari tahun 2020 hingga 2024-2025. Bayangkan 77 persen, ini menunjukkan bahwa market untuk industri ini sangat tinggi, dan market ini hanya bisa kita penuhi kalau kita punya inovasi-inovasi yang unggul, kita punya teknologi yang bagus, sehingga itu bisa diterapkan di industri, sehingga bisa menjadi mesin pertumbuhan bagi industri," ujarnya.

Kurangi Ketergantungan Produk Impor

Arif menilai ketergantungan terhadap produk kosmetik luar negeri perlu dikurangi mengingat potensi pasar domestik yang besar.

Pasar kosmetik Indonesia diproyeksikan mencapai sekitar 7,5 miliar dolar AS pada periode 2024-2025 sehingga industri dalam negeri diharapkan mampu mengambil peran lebih besar.

"Kita ingin nilai tambah itu di Indonesia, sehingga mau tidak mau, kita harus tetap ingin hilirisasi dan juga huluisasi. Karena apa? Huluisasi itu penting agar industri yang memang memerlukan bahan baku dari kita mendapatkan bahan baku yang berkualitas, bahan baku yang kontinu," ungkapnya.

Perkuat Riset Hulu hingga Hilir

BRIN saat ini telah melakukan riset pada pengolahan minyak atsiri yang menjadi bahan baku penting dalam produk kosmetik seperti parfum, serum, dan krim wajah.

Arif menekankan pentingnya sinergi antara riset dan kebutuhan industri agar hasil penelitian tidak hanya bersifat teoritis.

"Jangan sampai BRIN melakukan riset, kemudian itu murni hanya imajinasi peneliti, ketika sudah selesai, industri tidak memerlukan ternyata. Itulah yang kita hindari," tegasnya.

Melalui kolaborasi riset dan industri, BRIN berharap tercipta ekosistem inovasi yang mampu memperkuat daya saing industri kosmetik nasional secara berkelanjutan.

Penulis :
Aditya Yohan