
Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta seluruh jajaran pemerintah daerah menyusun perencanaan pembangunan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah guna mengurangi kesenjangan.
“Hal ini menunjukkan bahwa arah pembangunan ke depan harus berbasis kewilayahan dan berorientasi pada pemerataan,” kata Pramono saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Balai Kota Jakarta, Kamis (16/4).
Ia menyoroti masih adanya perbedaan capaian indikator utama seperti ekonomi dan indeks pembangunan manusia di sejumlah wilayah Jakarta.
Tekankan Sinergi dan Perencanaan Berbasis Wilayah
Pramono menekankan pentingnya komitmen seluruh perangkat daerah untuk menyusun dan melaksanakan pembangunan secara sinergis, terarah, dan berorientasi hasil.
Menurutnya, Musrenbang menjadi forum strategis untuk menyelaraskan prioritas pembangunan sekaligus memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Tidak hanya pemerintah, proses perencanaan juga melibatkan partisipasi masyarakat melalui berbagai jalur aspirasi.
Serap Puluhan Ribu Aspirasi Masyarakat
Sebanyak 61.174 usulan masyarakat telah dihimpun melalui Musrenbang, usulan langsung, serta hasil reses DPRD sebagai dasar penyusunan program pembangunan.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap pembangunan dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat dan mengurangi ketimpangan antarwilayah.
“Semoga upaya ini menghasilkan perencanaan pembangunan yang optimal demi mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing, berkelanjutan, dan menyejahterakan warganya,” ungkap Pramono.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








