
Pantau - Aceh Tengah, 17-04-2026 – Bea Cukai Lhokseumawe terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan industri hasil tembakau legal di daerah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kehadiran Bea Cukai dalam kegiatan pelekatan pita cukai sigaret putih tangan (SPT) sekaligus pelepasan produk menuju pasar lokal Aceh dan nasional yang dilaksanakan di Aceh Tengah pada Rabu (15/04).
Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe yang diwakili oleh Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis (PKCDT), Sofyan, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Acara ini juga dihadiri oleh Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, Sekretaris Daerah Aceh Tengah, Drs. Mursyid, M.Si, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Tengah.
Produk sigaret putih tangan yang dilepas ke pasar merupakan hasil produksi Gayo Mountain Cigar (GMC) dengan merek GMT yang dipimpin oleh pelaku usaha lokal, Salmy Lahmuddin. Pelepasan produk ini menjadi salah satu langkah penting dalam memperluas jangkauan pemasaran produk tembakau legal dari Aceh Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Sofyan menyampaikan bahwa kegiatan pelekatan pita cukai merupakan bentuk kepatuhan pelaku usaha terhadap ketentuan yang berlaku sekaligus menjadi simbol legalitas produk hasil tembakau. Bea Cukai, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku usaha agar mampu berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.
“Pelekatan pita cukai tidak hanya merupakan kewajiban administratif, tetapi juga menunjukkan bahwa produk tersebut telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Bea Cukai siap memberikan pendampingan kepada pelaku usaha, mulai dari proses perizinan, pemenuhan ketentuan cukai, hingga pengembangan usaha,” ujar Sofyan.
Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menilai pengembangan industri tembakau dapat menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi kerakyatan di daerah. Ia mendorong berbagai pihak untuk mengoptimalkan potensi budi daya tembakau sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.
“Kami mendorong seluruh instansi terkait untuk mendukung pengembangan sektor hulu, khususnya budi daya tembakau oleh petani. Hal ini menjadi peluang untuk memperkuat perekonomian masyarakat secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Haili juga menyampaikan bahwa hadirnya produk Sigaret Putih Tangan dari Gayo Mountain Cigar menjadi momentum penting bagi pengembangan industri lokal. Selain membuka peluang pasar yang lebih luas, industri ini juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah melalui skema dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).
Ia pun mendorong seluruh perangkat daerah untuk bersinergi dalam mendukung petani tembakau agar hasil produksinya dapat terserap oleh industri lokal. Menurutnya, keterhubungan antara sektor hulu dan hilir menjadi kunci dalam membangun ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
Pemilik Gayo Mountain Cigar, Salmy Lahmuddin, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah dan Bea Cukai. Ia berharap kehadiran produk SPT tersebut tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga mampu memberdayakan petani tembakau lokal.
“Kami ingin menghadirkan produk yang berkualitas sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya petani tembakau di Aceh Tengah. Harapannya, hasil tembakau dari petani dapat terserap secara optimal oleh industri kami,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan industri hasil tembakau legal di daerah dapat terus berkembang. Sinergi antara pemerintah, Bea Cukai, pelaku usaha, dan petani diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri yang sehat, legal, dan berdaya saing.
- Penulis :
- Aditya Yohan








