
Pantau - Anggota Komisi IX DPR RI Gamal menyoroti rendahnya kualitas tenaga kerja di Bali dan mendorong perbaikan program pemagangan serta diversifikasi ekonomi dalam kunjungan kerja di Denpasar, Kamis (16/4/2026).
Dominasi Pendidikan Rendah Jadi Tantangan
Gamal mengungkapkan sebanyak 28,57 persen tenaga kerja di Bali berpendidikan SD ke bawah, yang dinilai menjadi tantangan struktural dalam pembangunan ketenagakerjaan.
“Kami apresiasi ya angka pengangguran di Bali yang termasuk cukup rendah tapi terjadi dominasi pendidikan rendah. Ini bisa menciptakan low skill trap jadi perangkap keterampilan rendah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti meningkatnya sektor informal dan fenomena setengah pengangguran yang menunjukkan ketidakefisienan penyerapan tenaga kerja.
“Ini menunjukkan adanya ketidakefisienan dalam penyerapan tenaga kerja di sektor produktif,” katanya.
Dorong Diversifikasi Ekonomi dan Perbaikan Magang
Gamal menilai ketergantungan Bali pada sektor pariwisata perlu dikurangi dengan mendorong pengembangan sektor lain seperti ekonomi digital.
“Dalam pengembangan wilayah, dominasi satu sektor itu berbahaya. Kita perlu diversifikasi, misalnya dengan mendorong ekonomi digital yang bisa dikembangkan oleh anak muda,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya perbaikan desain program pemagangan agar sesuai dengan kebutuhan industri dan mampu meningkatkan kualitas tenaga kerja.
“Program pemagangan harus mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Plt Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Estiarty Haryani menyatakan pemerintah terus melakukan evaluasi program pemagangan nasional.
“Kami terus melakukan monitoring dan evaluasi, termasuk menindaklanjuti berbagai masukan dari daerah, agar tidak terjadi gap antara pendidikan formal dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” ujarnya.
Ia menambahkan pemerintah juga memperkuat soft skills peserta serta membuka komunikasi dengan daerah untuk meningkatkan kualitas program secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Aditya Yohan








