HOME  ⁄  Nasional

Wagub Rano Karno Minta Evaluasi Perlintasan Kereta di Jakarta Usai Kecelakaan Bekasi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Wagub Rano Karno Minta Evaluasi Perlintasan Kereta di Jakarta Usai Kecelakaan Bekasi
Foto: (Sumber: Arsip Foto - Sejumlah pengendara sepeda motor menunggu untuk menyeberangi jalur perlintasan kereta api tanpa palang pintu di kawasan Roxy, Gambir, Jakarta, Rabu (6/8/2025). ANTARA FOTO/Fauzan..)

Pantau - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meminta evaluasi menyeluruh terhadap perlintasan sebidang kereta api di Jakarta guna mencegah kecelakaan serupa yang terjadi di Bekasi Timur pada 27 April 2026.

Perlintasan Tanpa Palang Jadi Sorotan

Rano mengungkapkan masih terdapat sejumlah perlintasan sebidang di Jakarta yang belum dilengkapi palang pintu meski dijaga petugas.

"Jakarta memang ada beberapa lintasan yang mungkin tidak tertutup, tapi minimal ada yang jaga. Tetapi, ini bagian yang harus kami evaluasi. Mudah-mudahan, tidak terjadi lagi kecelakaan," ujarnya.

Evaluasi ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan di titik-titik rawan perlintasan kereta.

Pembangunan Flyover Jadi Solusi Jangka Panjang

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah membangun jalan layang di Jalan Latumenten, Jakarta Barat, sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko kecelakaan.

Proyek tersebut merupakan pembangunan multiyears yang dimulai sejak akhir 2025 dan ditargetkan selesai pada 2026.

Selain itu, pembangunan flyover juga direncanakan di kawasan Bintaro Puspita untuk mengatasi kemacetan dan meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta.

Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan pemindahan perlintasan sebidang yang dinilai rawan kecelakaan.

PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat telah menutup 40 perlintasan liar sepanjang 2025 sebagai upaya menekan angka kecelakaan.

Data menunjukkan selama 2025 terjadi 237 insiden tabrakan yang melibatkan kereta api dengan kendaraan, manusia, dan hewan di wilayah Jakarta.

Penulis :
Ahmad Yusuf