Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  News

Sumbar Diterjang Banjir Bandang Lahar Dingin, Ini Penyebabnya

Oleh Fithrotul Uyun
SHARE   :

Sumbar Diterjang Banjir Bandang Lahar Dingin, Ini Penyebabnya
Foto: Situasi Bencana Banjir Bandang Lahar Dingin di Sumbar/ANTARA

Pantau - Bencana banjir lahar dingin melanda empat wilayah yang ada di Sumatera Barat (Sumbar). Banjir lahar dingin ini mengakibatkan puluhan korban meninggal dunia.

Akibatnya pemerintah setempat menetapkan masa tanggap darurat banjir bandang dan banjir lahar dingin Gunung Marapi selama 14 hari yang dimulai pada 12 hingga 25 Mei mendatang.

Selanjutnyam, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab terjadinya banjir lahar dingin di sejumlah wilayah Sumbar tersebut.

Penyebab Banjir Lahar Dingin

Mengutip dari situs resmi Perpustakaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (14/5/2024), banjir lahar dingin adalah banjir besar bersama material vulkanik. Lahar dingin sendiri merupakan aliran air (air hujan) yang bercampur material vulkanik yang berasal erupsi gunung berapi.

BMKG serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menjelaskan bahwa penyebab utama terjadinya banjir lahar dingin adalah dari erupsi gunung api. Sehingga banjir lahar dingin yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Barat karena erupsi Gunung Marapi.

Selain itu, dijelaskan meskipun erupsi gunung api berhenti sementara tetapi endapan material vulkanik seperti abu, pasir, dan bebatuan, masih terdapat di puncak maupun lereng gunung.

Sehingga ketika terjadi hujan dengan intensitas yang cukup tinggi, maka endapan material vulkanik tadi dapat meluas ke sungai-sungai, terutama yang berhulu.

Pemicu Banjir Bandang

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan pemicu banjir bandang hingga longsor di sejumlah wilayah Sumatera Barat lantaran hujan dengan intensitas rendah hingga lebat.

Berdasarkan analisis BMKG terdeteksi adanya pola sirkulasi siklonik di sebelah barat Aceh yang berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan secara intensif. BMKG juga telah menerbitkan peringatan dini potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat berujung bencana hidrometeorologi.

"Merespons hal tersebut, BMKG di hari yang sama langsung menerbitkan peringatan dini potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat berujung bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, banjir lahar hujan dan longsor di Sumatera Barat," jelas Dwikorita.

Dwikorita menuturkan bentuk peringatan dini sangat penting untuk ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait yang berwenang untuk mengurangi resiko bencana di Sumatera Barat khususnya daerah rawan bencana seperti bantaran sungai.

Asal Lahar Dingin

Dwikorita mengungkapkan Lahar dingin berasal dari material erupsi Gunung Marapi beberapa waktu lalu yang masih mengendap di lereng bagian atas gunung. Kemudian, material tersebut hanyut terbawa air hujan ke arah hilir.

Sehingga material dari erupsi Gunung Marapi tersebut menerjang empat kabupaten sekitar yakni Kabupaten Agam, Tanah Datar, Tanah Panjang, dan Padang Pariaman.

Penulis :
Fithrotul Uyun
Editor :
Khalied Malvino