
Pantau - Pidato Presiden Indonesia Prabowo Subianto dalam sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB mendapat pujian dari sejumlah pemimpin dunia karena dinilai mampu menciptakan suasana positif dan menegaskan pentingnya peran PBB dalam menjaga perdamaian global.
Pujian dari Trump, Erdogan, dan Pemimpin Dunia Lain
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan termasuk di antara pemimpin dunia yang memuji pidato Prabowo.
Selain itu, Presiden Peru Dina Ercilia Boluarte Zegarra dan Raja Yordania Abdullah II bin Al Hussein juga menyampaikan pujian langsung kepada Presiden Indonesia tersebut.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan hal ini dalam sesi pengarahan media yang digelar di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat.
Sugiono mengatakan bahwa pujian disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo maupun melalui pesan elektronik.
"Tadi setelah beliau berpidato, saya mendapat banyak pesan elektronik dari berbagai pimpinan negara ataupun lewat menteri luar negeri negara-negara lain yang memuji pidato Bapak Presiden," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa respons positif ini muncul karena isi pidato Prabowo dianggap mewakili aspirasi banyak negara berkembang terhadap peran PBB.
"Semuanya nadanya sama karena yang disampaikan oleh Pak Presiden saya kira mewakili apa yang dirasakan sebagian besar negara-negara bahwa perlu ada satu badan atau organisasi seperti PBB ini yang tetap bisa berperan dalam menjaga perdamaian dunia dan bisa menjadi harapan, tumpuan harapan bagi kesetaraan dan inklusivitas," ia menambahkan.
Pidato Prabowo: Dari Swasembada Beras hingga Seruan Multilateralisme
Dalam agenda Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB, Presiden Prabowo mendapat giliran pidato pada urutan ketiga, setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden AS Donald Trump.
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan sejumlah poin penting yang mencerminkan posisi dan nilai-nilai Indonesia di tingkat global.
Ia menyoroti keberhasilan Indonesia dalam mewujudkan swasembada beras sebagai bentuk kemandirian nasional di sektor pangan.
Selain itu, Prabowo juga menyampaikan harapan agar dunia bersatu dalam menciptakan perdamaian dan keadilan yang merata.
"Kita harus bertindak sekarang. Kita harus memperjuangkan tatanan multilateral di mana perdamaian, kemakmuran, dan kemajuan bukan hak istimewa segelintir, melainkan hak semua," tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat peran PBB sebagai lembaga global yang menjamin keadilan dan keberpihakan kepada negara-negara lemah.
"Dengan PBB yang kuat, kita bisa membangun dunia di mana yang lemah tidak menderita karena kelemahannya, tetapi hidup dengan keadilan yang layak mereka terima," ujar Prabowo.
- Penulis :
- Aditya Yohan








