
Pantau - Sebanyak 652 personel Satuan Polisi Pamong Praja dikerahkan untuk mengamankan perayaan Natal 2025 di wilayah Jakarta Barat pada Rabu, 24 Desember 2025.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Barat Herry Purnama menyampaikan bahwa ratusan personel tersebut disiagakan di 163 gereja yang tersebar di delapan kecamatan se-Jakarta Barat.
Pengamanan dilakukan untuk memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah Natal dengan aman, nyaman, dan tertib.
Herry Purnama menjelaskan bahwa pola pengamanan dilakukan dengan sistem penjagaan tetap atau standby di setiap gereja.
Selain penjagaan tetap, Satpol PP juga mengerahkan patroli mobile untuk memantau situasi di sekitar lokasi ibadah.
"Mulai hari ini, seluruh personel sudah ditempatkan di 163 gereja. Pengamanan ini dilakukan dengan sistem penjagaan tetap (standby) maupun patroli mobile," ungkapnya.
Ia menegaskan seluruh personel diminta mengedepankan sikap humanis dalam bertugas.
Meski demikian, personel tetap diminta bersikap tegas sesuai dengan fungsi pengamanan.
Satpol PP Jakarta Barat juga diminta terus berkoordinasi dengan aparat keamanan lain.
Koordinasi turut dilakukan dengan unsur organisasi perangkat daerah terkait guna mendukung kelancaran pengamanan.
"Untuk mendukung mobilitas di lapangan, saya minta alat komunikasi, motor operasional, dan sarana pendukung lainnya dimanfaatkan secara optimal," katanya.
Selain area gereja, pengamanan juga difokuskan pada jalur lintasan menuju lokasi ibadah.
Personel diminta melakukan sterilisasi terhadap pedagang keliling di sekitar gereja.
Penertiban juga dilakukan terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial.
Spanduk atau poster yang tidak berkaitan dengan perayaan Natal turut ditertibkan.
"Kita juga meminta untuk melakukan sterilisasi terhadap pedagang keliling, penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), serta menertibkan spanduk atau poster yang tidak berkaitan," jelas Herry Purnama.
Pengamanan dengan kekuatan penuh ini diharapkan menciptakan suasana aman dan kondusif selama perayaan Natal.
Situasi kondusif tersebut ditujukan bagi umat Kristiani yang menjalankan ibadah maupun masyarakat umum yang melintas di sekitar gereja.
"Untuk menciptakan rasa aman dan nyaman, bukan hanya tugas pemerintah, tetapi peran aktif masyarakat juga sangat dibutuhkan agar situasi tetap kondusif," ujarnya.
- Penulis :
- Gerry Eka








