
Pantau - Sepanjang tahun 2025, sedikitnya 40.000 orang menjadi korban penembakan di Amerika Serikat, dengan lebih dari 14.600 orang meninggal dunia dan lebih dari 26.100 lainnya mengalami luka-luka.
Ratusan Penembakan Massal dan Korban Anak-Anak
Data awal ini dirilis oleh Gun Violence Archive (GVA) pada Kamis, 1 Januari.
Sepanjang tahun, tercatat 407 insiden penembakan massal, yang didefinisikan GVA sebagai insiden di mana empat orang atau lebih tewas atau terluka, tidak termasuk pelaku.
Korban anak-anak pun cukup tinggi, dengan 224 anak usia 11 tahun ke bawah tewas dan 461 lainnya terluka akibat penembakan.
Sementara itu, 1.030 remaja usia 12–17 tahun meninggal dunia dan 2.733 lainnya mengalami luka-luka karena insiden serupa.
Statistik GVA mencakup berbagai penyebab kematian akibat senjata api seperti pembunuhan (homicide), pembunuhan yang disengaja (murder), pembelaan diri, dan kecelakaan, namun tidak termasuk kasus bunuh diri.
Angka Bunuh Diri dengan Senjata Api Diperkirakan Capai 24.000 Kasus
GVA juga mengutip data awal dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) yang memperkirakan lebih dari 24.000 orang melakukan bunuh diri dengan senjata api sepanjang 2025.
Meskipun jumlah korban luka dan tewas akibat penembakan menurun selama empat tahun berturut-turut sejak 2021, angka korban masih melebihi 40.000 orang pada 2025, tidak termasuk kasus bunuh diri.
Secara rata-rata, lebih dari 110 orang tewas atau terluka akibat kekerasan senjata api setiap hari sepanjang tahun.
- Penulis :
- Gerry Eka







