
Pantau - Paparan polusi udara jangka panjang kini tidak hanya dikaitkan dengan gangguan paru-paru dan jantung, tapi juga berdampak serius pada kesuburan pria, menurut hasil sejumlah penelitian ilmiah dan ahli fertilitas.
Paparan Polutan Turunkan Kualitas Sperma dan Hormon Pria
Zat pencemar seperti PM2.5, PM10, sulfur dioksida, nitrogen oksida, ozon, dan karbon monoksida terbukti berkontribusi terhadap:
Penurunan konsentrasi, motilitas (pergerakan), dan morfologi sperma
Kerusakan DNA sperma akibat stres oksidatif
Ketidakseimbangan hormon, termasuk penurunan kadar testosteron
Paparan ini juga meningkatkan produksi radikal bebas, yang menyerang sel-sel sperma dan mengganggu fungsi reproduksi pria secara menyeluruh.
Pernyataan Ahli dan Hasil Studi
Dr. Isha Nandal, spesialis obstetri dan ginekologi dari Yellow Fertility, India, menyebut bahwa kualitas air mani menurun karena udara tercemar, yang dapat berdampak pada keberhasilan konsepsi alami maupun program bayi tabung (IVF).
"Apa yang dihirup pria hari ini bisa memengaruhi kesuburannya 2–3 bulan ke depan," ungkapnya.
Sementara itu, studi di jurnal Frontiers in Endocrinology menemukan bahwa paparan polusi lingkungan dapat menurunkan jumlah sperma hingga 50 persen.
Imbauan untuk Pencegahan
Masyarakat diimbau untuk lebih sadar bahwa kesuburan pria tidak hanya dipengaruhi oleh gaya hidup atau usia, tetapi juga oleh kualitas udara di lingkungan sekitar.
Beberapa langkah yang disarankan:
Menghindari area dengan lalu lintas padat
Menggunakan pembersih udara di dalam ruangan
Menjaga sirkulasi udara rumah tetap baik
Tidak merokok atau menjauhi paparan asap
Paparan polusi udara menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan dalam upaya menjaga kesehatan reproduksi pria jangka panjang.
- Penulis :
- Gerry Eka








