Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  News

Pemprov DKI Jakarta Segera Rombak Gapura Batas Wilayah dengan Nuansa Betawi

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemprov DKI Jakarta Segera Rombak Gapura Batas Wilayah dengan Nuansa Betawi
Foto: (Sumber: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB) Fauzi Bowo di Jakarta Pusat, Minggu (15/2/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.)

Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera merealisasikan perombakan gapura batas kota hingga kecamatan agar lebih menonjolkan nuansa Betawi dan mewajibkan pemakaian ornamen khas daerah tersebut.

Berita ini dimuat pada Minggu, 15 Februari 2026 pukul 19.11 WIB dengan waktu baca 2 menit.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan realisasi program tersebut akan dimulai pada tahun anggaran 2026.

“Segera dimulai. Karena kemarin kan anggaranya baru, anggaran tahun ini, tahun 2026,” ujarnya.

Pramono menyebut sejumlah papan iklan billboard, batas kecamatan, serta lokasi utama seperti Blok M, Pasar Baru, dan Pecinan Glodok akan dihiasi ornamen Betawi.

Pramono menegaskan akan merombak seluruh gapura batas kota dan batas kecamatan agar menampilkan identitas budaya Betawi secara jelas.

"Nanti saya akan rombak gapura batas kota, batas kecamatan, seluruhnya harus ada ornamen Betawi," katanya.

Ia mengacu pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 pasal 31 ayat 1 tentang Prioritas Adat di Jakarta Setelah Tidak Menjadi Daerah Khusus Ibu Kota yang menempatkan Betawi sebagai prioritas utama.

"Jadi tidak boleh setengah-setengah," tegasnya.

Pramono juga telah menyiapkan arsitek terbaik di Jakarta untuk menyusun konsep ulang desain penanda batas wilayah tersebut.

"Saya bilang warnanya harus Betawi, sekarang warnanya tanggung, Betawi kagak, nasional kagak. Saya ingin memberikan warna Betawi yang sebenar-benarnya," ujarnya.

Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi Fauzi Bowo menilai rencana tersebut sebagai peluang emas bagi masyarakat Betawi.

"Jadi kalau kaum Betawi tidak bisa memanfaatkan ini, yang salah bukan dia. Yang salah bukan pemerintah provinsi. Yang salah adalah orang Betawi," katanya.

Fauzi Bowo yang akrab disapa Foke mengimbau seluruh kaum Betawi untuk bersatu serta menyusun strategi dalam merespons kebijakan tersebut.

Penulis :
Gerry Eka