Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Olahraga

Kalah di Semifinal Australian Open 2026, Jannik Sinner Akui Kekalahan dari Djokovic Sangat Menyakitkan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kalah di Semifinal Australian Open 2026, Jannik Sinner Akui Kekalahan dari Djokovic Sangat Menyakitkan
Foto: (Sumber: Petenis Italia Jannik Sinner beraksi dalam pertandingan babak semifinal Australian Open melawan petenis Serbia Novak Djokovic di Rod Laver Arena, Melbourne, Australia, Jumat (30/1/2026). ANTARA/Xinhua/Wang Shen.)

Pantau - Petenis asal Italia, Jannik Sinner, mengalami kekalahan yang menyakitkan dari Novak Djokovic dalam semifinal Australian Open 2026 yang digelar pada Jumat malam, meskipun sempat unggul dua set berbanding satu.

Sempat Unggul, Gagal Manfaatkan Peluang

Sinner yang berusia 24 tahun terlihat kecewa setelah pertandingan berakhir, terutama karena ia memiliki banyak peluang namun gagal menyelesaikan pertandingan.

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Sinner mengungkapkan betapa beratnya kekalahan tersebut.

"Sangat menyakitkan," jawabnya singkat saat ditanya wartawan.

"Ini adalah Grand Slam yang sangat penting bagi saya, tentu saja, dengan mengetahui latar belakangnya, hal itu bisa terjadi," jelasnya lebih lanjut.

Sinner menyebut pertandingan itu berjalan dengan ketat dan mengakui bahwa keduanya bermain bagus.

"Itu adalah pertandingan yang bagus dari kami berdua. Saya memiliki banyak peluang. Tidak bisa memanfaatkannya dan itulah hasilnya. Tentu saja, ini menyakitkan," ungkapnya.

Di laga tersebut, Sinner hanya mampu mengkonversi dua dari 18 break point yang ia peroleh melawan Djokovic yang kini berusia 38 tahun.

"Saya punya peluang. Itu terjadi di set kelima. Banyak break point, saya tidak bisa memanfaatkannya. Dia melakukan beberapa pukulan hebat," tambahnya.

Belajar dari Kekalahan, Sinner Tetap Beri Penghormatan

Sinner menilai pertandingan itu sebagai pengalaman yang bisa memberinya pelajaran.

"Saya memutuskan beberapa hal berbeda. Hari ini tidak berhasil, tetapi begitulah tenis. Saya merasa set pertama juga menampilkan level permainan yang hebat dari kami berdua. Rasanya seperti naik roller coaster, dan terjadi seperti yang terjadi hari ini," ujarnya.

Kekalahan ini membuat Sinner absen dari final Grand Slam untuk pertama kalinya sejak Wimbledon 2024.

Meski begitu, ia tetap memberikan penghormatan kepada Djokovic.

"Dia telah memenangi 24 Grand Slam. Kami saling mengenal dengan baik, bagaimana cara kami bermain. Saya selalu mengatakan, Anda tidak boleh terkejut, karena saya merasa dia adalah pemain terhebat selama bertahun-tahun," ucapnya.

Sinner juga menambahkan bahwa Grand Slam memiliki arti penting tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi Djokovic dan para pemain top lainnya.

"Tentu saja, dia bermain di lebih sedikit turnamen karena usianya dan lain hal, tetapi kami juga tahu betapa pentingnya Grand Slam bagi saya, baginya, bagi Carlos, dan semua orang," katanya.

"Ada sedikit motivasi ekstra, dan dia bermain tenis dengan hebat. Mudah-mudahan saya bisa mengambilnya sebagai semacam pelajaran untuk melihat apa yang bisa saya tingkatkan," tutupnya.

Sinner akan meninggalkan Melbourne dengan tetap berada di peringkat No.2 ATP, posisi yang sama saat ia memasuki turnamen ini.

Penulis :
Ahmad Yusuf