
Pantau - Tunggal putri Indonesia Mutiara Ayu Puspitasari menyampaikan permohonan maaf kepada pendukung dan tim Indonesia setelah gagal menyumbangkan poin pada laga kedua Grup X Kejuaraan Beregu Asia atau Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026 melawan Jepang.
Pertandingan tersebut berlangsung di Qingdao Conson Gymnasium, China, pada Kamis dan menjadi laga krusial dalam menentukan posisi Indonesia di fase grup.
Mutiara menyampaikan pernyataan resmi seusai pertandingan dengan mengatakan "Tidak bisa berkomentar banyak, saya meminta maaf dengan rendah hati ke seluruh pendukung dan tim," ungkapnya.
Dalam pertandingan tersebut, Mutiara yang turun sebagai tunggal putri kedua harus mengakui keunggulan wakil Jepang Hina Akechi.
Pemain berusia 19 tahun itu kalah dua gim langsung dengan skor telak 2-21 dan 9-21 sehingga Jepang kembali unggul atas Indonesia dengan skor sementara 2-1.
Mutiara mengakui performanya jauh dari harapan meskipun persiapan telah dilakukan dengan baik sebelum pertandingan.
Ia menyampaikan evaluasi pribadinya dengan mengatakan "Kalau dari permainan memang jauh dari yang diharapkan dan dibayangkan. Sebenarnya dari persiapan cukup baik, sudah memperhatikan lawan dan pernah bertemu juga. Hasil ini tentu sangat jauh dari harapan saya ataupun semua orang," ujarnya.
Mutiara mengungkapkan bahwa kecepatan permainan Hina Akechi menjadi faktor utama yang membuatnya kesulitan sejak awal laga.
Ia menjelaskan kondisi di lapangan dengan pernyataan "Permainan Hina Akechi sangat cepat. Dari awal saya sudah tertinggal sehingga cukup sulit untuk keluar dari tekanan," katanya.
Sejak gim pertama, Mutiara berada di bawah tekanan dan tertinggal jauh dalam perolehan poin.
Ia baru mampu meraih angka ketika skor telah menunjukkan jarak yang cukup lebar dari lawannya.
Hina Akechi menutup gim pertama dengan kemenangan 21-2 dan kembali mendominasi gim kedua dengan skor 21-9.
Pertandingan antara Mutiara dan Akechi berlangsung selama 24 menit sebelum dimenangkan oleh wakil Jepang.
Sebelumnya, Indonesia sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui kemenangan ganda putri Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum.
Pasangan tersebut mengalahkan ganda putri Jepang Arisa Igarashi dan Chiharu Shida dengan skor 21-12, 18-21, dan 23-21.
Pada laga awal, tunggal putri pertama Indonesia Thalita Ramadhani Wiryawan kalah dari Riko Gunji dengan skor 14-21 dan 16-21.
Setelah kekalahan Mutiara, harapan Indonesia bertumpu pada pasangan Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Pasangan tersebut dijadwalkan menghadapi Kie Nakanishi dan Miyu Takahashi pada laga selanjutnya.
Jika Indonesia berhasil meraih kemenangan, laga penentuan akan mempertemukan Ni Kadek Dhinda Ayu Pratiwi melawan Yuzono Watanabe.
Hasil pertandingan ini menjadi bagian penting dari perjalanan tim Indonesia di Kejuaraan Beregu Asia 2026.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan







