Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Olahraga

Atlet Kickboxing Nasional Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Tempuh Jalur Hukum Demi Keadilan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Atlet Kickboxing Nasional Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Tempuh Jalur Hukum Demi Keadilan
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Suasana Kejurnas Senior dan Kejuaraan Terbuka Junior Kickboxing 2025 di GOR Padepokan Silat TMII, Jakarta, Minggu (30/11/2025). (ANTARA/HO-KBI))

Pantau - Seorang atlet kickboxing nasional berinisial V.A.A.P. mengungkap dugaan kekerasan seksual yang dialaminya dan memutuskan melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

Pengungkapan ini dilakukan sebagai upaya mencegah kejadian serupa serta meningkatkan perlindungan bagi atlet, khususnya perempuan.

Atlet tersebut mengaku keputusan untuk berbicara bukan hal mudah karena diliputi rasa malu dan takut.

Proses Laporan Internal hingga ke Polisi

V.A.A.P. menjelaskan bahwa ia awalnya menempuh jalur internal dengan melaporkan kasus tersebut ke Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia (PP KBI).

"Saya sudah buat pengaduan bersurat ke PP KBI, lalu saya juga terus melakukan tindak lanjut lewat WhatsApp dan telepon sampai akhirnya dibentuk tim kode etik," kata V.A.A.P.

Namun, ia menilai proses internal tersebut belum memberikan perlindungan yang diharapkan sehingga memilih membawa kasus ini ke ranah hukum.

Sebelumnya, laporan juga telah disampaikan ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) daerah.

Peristiwa dugaan kekerasan seksual tersebut terjadi saat atlet menjalani masa latihan intensif.

"Jujur awalnya saya malu dan tidak punya keberanian. Makanya saya hanya lapor secara internal saja secara prosedur," ujarnya.

Harapan Perlindungan Atlet Perempuan

Dalam proses pelaporan ke polisi, V.A.A.P. mengaku tidak didampingi kuasa hukum dan menyebut langkah tersebut sebagai bentuk perjuangan untuk mendapatkan keadilan.

Ia berharap pengalamannya dapat menjadi pembelajaran bagi atlet lain agar berani melapor jika mengalami hal serupa.

"Saya minta tolong kepada atlet perempuan untuk jaga diri masing-masing. Jangan ragu untuk melapor. Mungkin kejadian seperti ini banyak, tapi jarang yang mau bicara," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa prestasi tidak boleh mengorbankan harga diri dan martabat atlet.

"Jangan pernah menukar prestasi dengan harga diri dan martabat kalian," ujarnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti