
Pantau - Anthony Sinisuka Ginting akan menghadapi rival lamanya, Chou Tien Chen, pada babak 16 besar Orleans Masters 2026 yang berlangsung di Orleans, Prancis, Kamis malam WIB.
Pertemuan ini menjadi lanjutan rivalitas panjang keduanya di level internasional dengan catatan Ginting unggul head-to-head 10 kemenangan dari total 16 pertemuan berdasarkan data BWF.
Pertemuan terakhir terjadi pada semifinal Piala Thomas 2024 saat Ginting menang dua gim langsung dengan skor 21-18, 21-19 dalam laga ketat.
Modal Positif Ginting Usai Tampil Impresif
Ginting datang dengan performa meningkat setelah mencapai semifinal Swiss Open 2026 pada pekan sebelumnya.
Ia juga meraih kemenangan meyakinkan di babak pertama Orleans Masters usai mengalahkan Liao Jhuo-Fu dengan skor 22-20, 21-5.
"Pertama-tama mengucap syukur bisa bermain dengan baik hari ini. Di gim pertama perolehan angka memang ketat sampai akhir, di situ permainan saya masih belum menemukan ritme yang nyaman," ungkapnya.
Ia mengakui sempat kesulitan menghadapi strategi lawan dan melakukan banyak kesalahan sendiri.
"Banyak kesalahan sendiri dan masuk ke pola permainan lawan. Tapi Puji Tuhan bisa menyesuaikan di situasi setting," ujarnya.
Setelah menemukan ritme, Ginting tampil dominan di gim kedua dengan meningkatkan tempo permainan.
"Masuk gim kedua sudah cukup tahu strateginya. Saya coba menaikkan tempo dan memaksa lawan masuk ke pola permainan saya," jelasnya.
Ujian Berat Hadapi Chou Tien Chen
Meski unggul statistik, Ginting tetap menghadapi tantangan berat menghadapi Chou Tien Chen yang merupakan unggulan pertama dengan pengalaman dan konsistensi tinggi.
Chou tetap menjadi ancaman serius meskipun telah berusia 36 tahun di kancah bulu tangkis internasional.
Menjelang laga, Ginting menekankan pentingnya adaptasi terhadap kondisi lapangan yang berbeda dari turnamen sebelumnya.
"Kondisi lapangan berbeda dari minggu lalu di Swiss, mulai dari lampu sampai shuttlecock yang beda merek cukup mempengaruhi. Jadi harus ada penyesuaian lagi, termasuk dari pola permainan dan pola pikir," ungkapnya.
Pertandingan ini diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di babak 16 besar sekaligus ujian konsistensi Ginting setelah sempat mengalami cedera dalam dua musim terakhir.
Ginting menjadi satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia yang tersisa di babak kedua setelah Moh. Zaki Ubaidillah tersingkir di babak pertama usai kalah dari Yushi Tanaka dengan skor 15-21, 11-21.
- Penulis :
- Arian Mesa







