
Pantau - Tim bulu tangkis putra Indonesia tersingkir dari fase grup Piala Thomas 2026 setelah kalah 1-4 dari Prancis pada laga penentuan Grup D di Forum Horsens, Denmark, Rabu.
Hasil tersebut memastikan Indonesia gagal melaju ke fase gugur untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan sejak 1958.
Indonesia yang dikenal sebagai raksasa bulu tangkis dunia dengan koleksi 14 gelar juara sebelumnya selalu mampu menembus babak gugur, dengan pencapaian terburuk hanya sampai perempat final pada 2012.
Kronologi Kekalahan dari Prancis
Indonesia sebenarnya mengawali turnamen dengan meyakinkan setelah menang atas Aljazair 5-0 dan Thailand 3-2.
Namun pada laga penentuan, Indonesia gagal membendung Prancis setelah kalah di empat partai awal secara beruntun.
Jonatan Christie kalah dari Christo Popov 19-21, 14-21, disusul Alwi Farhan yang takluk 16-21, 19-21 dari Alex Lanier.
Anthony Sinisuka Ginting kemudian kalah tipis 22-20, 15-21, 20-22 dari Toma Junior Popov.
Pasangan ganda Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani juga gagal menyumbang poin usai kalah 19-21, 19-21 dari Eloi Adam/Leo Rossi.
Satu-satunya kemenangan Indonesia diraih pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang menang 21-18, 19-21, 21-11.
Posisi Akhir Grup dan Evaluasi
Indonesia harus puas finis di peringkat ketiga Grup D meski memiliki jumlah kemenangan yang sama dengan Thailand dan Prancis.
Thailand keluar sebagai juara grup, sedangkan Prancis lolos sebagai runner-up berdasarkan selisih kemenangan.
Hasil ini tidak lepas dari kemenangan Thailand atas Prancis 4-1 serta kemenangan telak 5-0 atas Aljazair yang memengaruhi klasemen akhir.
Kegagalan ini menjadi pukulan besar bagi tradisi panjang bulu tangkis Indonesia dan membuka evaluasi serius bagi pembinaan serta strategi tim ke depan.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan







