HOME  ⁄  Otomotif

Honda Bakal Kucurkan Rp1 Kuadriliun untuk Investasi Kendaraan Listrik hingga 2030

Oleh Sofian Faiq
SHARE   :

Honda Bakal Kucurkan Rp1 Kuadriliun untuk Investasi Kendaraan Listrik hingga 2030
Foto: Honda 0 Space-Hub - tangkapan layar/dok Honda

Pantau - Honda  mengungkapkan akan menginvestasikan 10 triliun yen (sekitar Rp1 kuadriliun) hingga tahun 2030 untuk elektrifikasi dan meluncurkan tujuh mobil listrik dari jajaran Seri 0-nya pada pekan ini.

Melansir dari Kyodo, Senin (20/5/2024), investasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing produsen mobil Jepang tersebut dengan pesaing kuat di luar negeri seperti Tesla Inc., dan BYD Co., asal China.

CEO Honda, Toshihiro Mibe mengatakan, industri kendaraan listrik masih dalam tahap awal, namun dalam jangka panjang, peralihan menuju kendaraan listrik tersebut akan terus berlanjut.

Perusahaan menyebutkan, investasi sebesar 10 triliun yen (Rp1 kuadriliun) ini akan mencakup sekitar 6 triliun yen (Rp615 triliun) untuk pembangunan sistem pabrik generasi berikutnya.

Tak hanya itu, nantinya Honda juga akan memproduksi mobil baru, 2 triliun yen (Rp205 triliun) untuk penelitian dan pengembangan perangkat lunak, serta 2 triliun yen untuk produksi baterai.

Berdasarkan data yang dihimpun Pantau.com dari berbagai sumber, dalam mengembangkan jajaran kendaraan Seri 0 barunya, Honda telah mengadopsi pendekatan yang disebut “Tipis, Ringan, dan Bijaksana”.

Ketiga pilar ini akan mendefinisikan jajaran kendaraan listrik baterai baru ini dan membedakannya dari kendaraan listrik yang sudah ada saat ini. Honda telah mengadopsi pendekatan yang disebut “Tipis, Ringan, dan Bijaksana”.

Konsep ini bertujuan untuk mengatasi kendala yang dihadapi oleh kendaraan listrik saat ini yang cenderung tebal dan berat, sekaligus meningkatkan peluang kendaraan listrik di pasar global.

Honda akan mengadopsi e-Axle ringkas yang baru dikembangkan dan paket baterai ultra-tipis yang diklaim merupakan kelas atas di dunia. Dengan demikian, lantai model Seri 0 akan menjadi tipis.

Kendaraan ini juga akan mengadopsi desain yang rendah dan ramping dengan overhang yang pendek. Honda juga menjanjikan kabin yang nyaman dengan antarmuka (interface) pengguna yang intuitif dan “visibilitas yang menggembirakan.”

Battery Electric Vehicle (BEV) baru ini akan mengadopsi kerangka bodi ringan dan unit daya yang menurut Honda telah dibuat lebih ringan dan lebih tipis dengan menggunakan teknologi yang dibutuhkan untuk F1 dan model hybrid-nya.

Kemajuan ini akan memungkinkan produsen mobil untuk mengurangi berat sekitar 220 lbs (100 kg) dari mobil listrik yang sudah ada.

Perusahaan telah berjanji untuk memasang baterai dan unit daya serendah mungkin dan di tengah bodi kendaraan untuk mendapatkan pusat gravitasi yang tepat.

Penulis :
Sofian Faiq
Editor :
Khalied Malvino