Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Politik

JK Usulkan Pemilu Kembali ke Sistem Proporsional Tertutup, Kenapa?

Oleh Aditya Andreas
SHARE   :

JK Usulkan Pemilu Kembali ke Sistem Proporsional Tertutup, Kenapa?
Foto: Eks Wapres RI, Jusuf Kalla

Pantau - Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK), memberikan dorongan agar sistem proporsional tertutup kembali digunakan dalam Pemilu mendatang.

Pernyataan ini disampaikan JK setelah menghadiri acara diskusi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), Depok, pada Kamis (7/3/2024).

Menurut JK, penting bagi Pemilu untuk kembali menggunakan sistem proporsional tertutup agar calon dapat dipilih berdasarkan seleksi yang dilakukan oleh partai politik.

"Ini harus kembali kepada sistem pemilu tertutup, supaya antara calon tinggal diseleksi dulu oleh partai, ini orang yang baik, bukan hanya orang asal terkenal," ujarnya.

JK menjelaskan, pemilu dengan sistem proporsional terbuka seringkali memberikan kesempatan kepada individu untuk dipilih, tanpa mempertimbangkan kemampuan yang dimiliki.

"Kalau sekarang dipilih asal terkenal saja, termasuk artis banyak, pelawak pun banyak, supaya gampang dipilih, akhirnya tidak lagi melihat kemampuannya saja," tambahnya.

Di sisi lain, pemilu dengan sistem proporsional tertutup memberikan keputusan sepenuhnya kepada partai politik untuk melakukan seleksi, termasuk dalam menentukan calon presiden.

JK juga menyuarakan perlunya penyesuaian atas mekanisme pengajuan calon presiden dan calon wakil presiden, seperti menurunkan Presidential Threshold atau ambang batas yang saat ini sebesar 20 persen.

"Katakanlah kembali lima persen seperti saya dulu, jadi calonnya begitu banyak, ada banyak pilihan," ujarnya.

JK mengkritisi Pemilu 2024 dinilai lebih buruk dibandingkan dengan pemilu sebelumnya dan berharap agar sistem pemilu kembali seperti pada tahun 1999.

"Kalau saya punya usul, salah satu pemilu yang baik itu tahun 1999 sampai tahun 1955, panitianya semua partai. Jadi KPU, nanti yang ada sekretariat, jadi tidak ada kecurigaan kepada KPU sendiri dan tidak ada yang main-main," tandasnya.

Penulis :
Aditya Andreas