
Pantau - Munculnya juara baru pada MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 dan Yogyakarta Seri 2 musim 2025–2026 dinilai memperkuat iklim kompetisi pembinaan sepak bola putri usia dini, dengan persaingan yang semakin merata di tiap kelompok umur.
Dominasi Terpecah, Ajang Pembinaan Kian Kompetitif
Di Bandung, SDN 035 Soka berhasil meraih gelar juara untuk Kelompok Usia (KU) 10, sementara SDN 036 Ujungberung menjadi juara KU-12.
Sementara itu, di Yogyakarta, tim debutan SDN Nglarang keluar sebagai juara KU-10, dan SD Muhammadiyah Sapen menjuarai KU-12.
Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, menyebut bahwa persaingan di setiap seri semakin ketat dan gelar juara kini tidak lagi didominasi oleh satu tim saja.
"Intensitas latihan meningkat, pemahaman bermain juga makin baik, baik dari segi penguasaan bola maupun penempatan posisi," ungkapnya.
Hasil seri Bandung membuka peluang bagi tim All-Stars Bandung untuk tampil pada ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025–2026, yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah.
Pada ajang All-Stars tersebut, format pertandingan akan diubah dari 7 lawan 7 menjadi 9 lawan 9.
Penjaringan Bibit Timnas Putri dan Partisipasi Tinggi
Asisten Pelatih Timnas Putri Indonesia U-17 2025, Dian Nadia Mutiara, menilai turnamen ini strategis sebagai sarana penjaringan bibit pesepak bola putri usia dini untuk regenerasi tim nasional.
"Ajang seperti ini penting untuk membangun fondasi timnas putri dari usia SD," ungkapnya.
Seri Bandung diikuti oleh 2.154 siswi dari 94 SD/MI, sedangkan seri Yogyakarta melibatkan 1.548 peserta dari 88 SD/MI.
Partisipasi yang tinggi ini menunjukkan antusiasme serta potensi besar dalam pembinaan sepak bola putri nasional di jenjang usia dini.
- Penulis :
- Gerry Eka







