Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Sepakbola

Joan Laporta Kembali Terpilih sebagai Presiden Barcelona Usai Menang Telak dalam Pemilihan 2026

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Joan Laporta Kembali Terpilih sebagai Presiden Barcelona Usai Menang Telak dalam Pemilihan 2026
Foto: Presiden Barcelona Joan Laporta disela konferensi pers terkait menggelar presentasi laporan keuangan klub di Barcelona, Spanyol, Selasa 1/2/2022 (sumber: Joan Valls/Urbanandsport /NurPhoto via Reuters)

Pantau - Joan Laporta kembali terpilih sebagai presiden klub Barcelona setelah memenangkan pemilihan yang berlangsung pada Minggu, 15 Maret 2026.

Laporta memperoleh 32.934 suara atau sekitar 68,18 persen dari total pemilih dalam pemilihan tersebut.

Ia mengungguli pesaingnya, Victor Font, yang hanya meraih sekitar 29,78 persen suara.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Barcelona, Laporta akan memimpin klub hingga pemilihan presiden berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2031.

Masa kepemimpinan Laporta untuk periode terbaru ini akan efektif dimulai pada 1 Juli 2026.

Laporta menyatakan optimismenya setelah kembali dipercaya memimpin klub.

"Tahun-tahun berikutnya menanti kita. Perjalanan ini akan menyenangkan. Barcelona adalah klub yang luar biasa, terunik di duni karena para anggota klub memilih presiden dan dewan direksi mereka", ungkapnya.

Rekam Jejak Kepemimpinan Joan Laporta di Barcelona

Kemenangan tersebut membuat Laporta telah memimpin Barcelona selama empat periode kepresidenan.

Periode kepemimpinannya meliputi 2003-2006, 2006-2010, 2021-2026, dan periode baru yang akan dimulai pada 2026.

Laporta dikenal sebagai pengusaha, politisi, sekaligus pengacara ternama di Spanyol.

Namanya semakin dikenal luas setelah membawa Barcelona meraih prestasi besar pada musim 2008-2009.

Pada musim tersebut, Barcelona menjadi tim pertama di dunia yang berhasil menjuarai enam kompetisi dalam satu musim.

Saat itu, Barcelona dilatih oleh Pep Guardiola.

Keputusan Menunjuk Pep Guardiola yang Sempat Dikritik

Pada awalnya, keputusan Laporta menunjuk Pep Guardiola sebagai pelatih tim utama sempat menuai kritik dari banyak pihak.

Kritik muncul karena Guardiola dianggap belum memiliki pengalaman melatih klub besar dan sebelumnya hanya menangani Barcelona B.

Namun keputusan tersebut terbukti tepat setelah Barcelona mendominasi sepak bola dunia pada musim 2008-2009.

Pada tahun 2010, Laporta harus meninggalkan jabatannya sebagai presiden Barcelona.

Hal itu terjadi karena ia telah menjabat selama dua periode berturut-turut, yaitu 2003-2006 dan 2006-2010.

Setelah Laporta mundur, Barcelona dipimpin oleh beberapa presiden berikutnya.

Sandro Rosell menjabat sebagai presiden Barcelona pada periode 2010-2014.

Josep Bartomeu memimpin klub pada periode 2014-2020.

Carles Tusquets kemudian menjabat sebagai presiden sementara pada periode 2020-2021.

Laporta kembali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Barcelona pada tahun 2021.

Dalam pemilihan tersebut, ia berhasil mengalahkan Victor Font dan Toni Freixa.

Pada tahun yang sama juga terjadi perubahan aturan masa jabatan presiden Barcelona.

Sejak perubahan tersebut, masa jabatan presiden Barcelona ditetapkan menjadi lima tahun untuk setiap periode.

Penulis :
Arian Mesa