HOME  ⁄  Sepakbola

MilkLife Soccer Challenge Dorong Pembinaan Sepak Bola Putri

Oleh Khalied Malvino
SHARE   :

MilkLife Soccer Challenge Dorong Pembinaan Sepak Bola Putri
Foto: Di pertandingan final KU 10, SDN 008 Palaran (jersey hijau) keluar sebagai kampiun setelah memetik kemenangan tipis 1-0 melawan SDN 009 Samarinda Seberang. (Dok. Istimewa)

Pantau - Antusiasme tinggi mewarnai gelaran MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 2 di Samarinda, dengan ratusan siswi dari berbagai sekolah dasar ambil bagian dalam turnamen sepak bola putri tersebut.

Ajang ini menjadi momentum awal kebangkitan pembinaan sepak bola putri di Kalimantan Timur.

Sebanyak 642 siswi dari 44 SD dan MI di Samarinda dan sekitarnya turut serta dalam kompetisi yang digelar di Borneo FC Training Centre pada 23–26 April 2026. Mereka terbagi dalam 62 tim yang bersaing di kelompok usia 10 dan 12 tahun.  

Dukungan terhadap turnamen ini datang dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta yang melihat potensi besar dalam pengembangan sepak bola putri usia dini.

Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, menyebut ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana membangun karakter generasi muda.

“Kami bangga melihat para siswi bertanding dengan penuh semangat, berpeluh keringat memperebutkan gelar juara. Ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang membangun karakter, disiplin, dan keberanian generasi muda,” ujarnya.  

Program Director MLSC, Teddy Tjahjono, juga mengapresiasi tingginya partisipasi di kota debutan tersebut.

“Antusiasme siswi di Samarinda luar biasa, apalagi ini menjadi kali pertama MLSC digelar di sini. Kami melihat semangat bertanding, keberanian, dan kemauan belajar yang sangat tinggi,” katanya.  

Ia menilai Samarinda memiliki fondasi kuat untuk pengembangan jangka panjang, terutama jika didukung kompetisi berkelanjutan dan program pelatihan terstruktur.

Sebagai tindak lanjut, para pemain terbaik akan dipersiapkan untuk tampil di ajang MLSC All-Stars 2026 di Kudus, Jawa Tengah.

Sebanyak 25 pemain telah disiapkan untuk mengikuti program latihan tambahan sebelum diseleksi menjadi 16 pemain terbaik.

Head Coach MLSC, Jacksen F. Tiago, menegaskan pentingnya intensitas latihan bagi pemain di daerah yang baru memulai pembinaan.

“Kita harus selektif, tetapi juga memberi ruang seluas-luasnya kepada anak-anak untuk beradaptasi. Kalau di daerah lain extra training mungkin cukup sekali seminggu, tapi di Samarinda minimal tiga kali,” ujarnya.  

Ia juga menilai kehadiran MLSC menjadi angin segar bagi sepak bola putri di Samarinda yang selama ini minim kompetisi.

Di partai final, persaingan berlangsung ketat. Untuk kelompok usia 10, SDN 008 Palaran keluar sebagai juara setelah menang tipis 1-0.

Sementara di kelompok usia 12, SDN 002 Samarinda Kota tampil dominan dengan kemenangan 5-2 atas SDN 018 Samarinda Ulu.

Penulis :
Khalied Malvino