
Pantau - Ilmuwan Rusia berhasil mengembangkan strain vaksin baru untuk virus flu burung H5N1 yang sangat patogen, dengan target varian virus yang tengah beredar saat ini.
Respons Ilmiah terhadap Ancaman Global H5N1
Pengumuman mengenai pengembangan vaksin ini disampaikan oleh Russian Science Foundation (RSF) pada Selasa, 20 Januari 2026.
Vaksin tersebut dikembangkan oleh para ilmuwan dari St. Petersburg State University of Veterinary Medicine dan A.A. Smorodintsev Research Institute of Influenza.
Galur vaksin baru ini dirancang untuk cocok dengan varian contemporary virus H5N1 dan tetap aman digunakan baik pada hewan maupun manusia.
Virus H5N1 dikenal sangat patogen dan telah menyebar secara global, menyebabkan kematian massal pada unggas domestik dan liar, serta menimbulkan kerugian ekonomi yang besar.
Kemampuan H5N1 untuk bermutasi dengan cepat dan menembus hambatan antarspesies menjadikannya ancaman yang sulit dikendalikan.
Kondisi ini menyebabkan vaksin generasi sebelumnya menjadi tidak lagi efektif terhadap galur H5N1 yang kini mendominasi.
Teknik Genetika Terbalik dan Tingkat Imunogenisitas Tinggi
Untuk mengatasi tantangan tersebut, para ilmuwan menggunakan pendekatan reverse genetics atau genetika terbalik dalam proses rekayasa virus.
Gen hemagglutinin dan neuraminidase dari virus H5N1 diisolasi dari burung camar berkepala hitam pada tahun 2023.
Gen tersebut kemudian dimodifikasi untuk menurunkan tingkat patogenisitas virus sebelum digabungkan dengan gen dari galur laboratorium H1N1 yang aman.
Langkah ini menghasilkan virus hibrida yang dapat bereplikasi secara efisien dalam embrio ayam—basis produksi utama untuk vaksin flu.
Dalam uji vaksinasi, anak ayam diberikan dua dosis vaksin dengan selang waktu 14 hari.
Hasil eksperimen menunjukkan kadar antibodi terhadap H5N1 yang terbentuk 10 kali lebih tinggi dari batas minimum perlindungan.
Temuan ini menunjukkan bahwa galur vaksin baru memiliki tingkat imunogenisitas yang tinggi, serta menjanjikan perlindungan yang lebih baik terhadap ancaman H5N1 saat ini.
- Penulis :
- Aditya Yohan







