Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Industri AI China Tembus 6.000 Perusahaan, Skala Bisnis Capai 1,2 Triliun Yuan pada 2025

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Industri AI China Tembus 6.000 Perusahaan, Skala Bisnis Capai 1,2 Triliun Yuan pada 2025
Foto: (Sumber: Orang-orang mempelajari model AI DeepSeek di sebuah pameran bertema teknologi kecerdasan buatan (AI) di Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China timur pada 4 Mei 2025. (Xinhua/Long Wei).)

Pantau - Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China mengumumkan bahwa hingga tahun 2025, jumlah perusahaan kecerdasan buatan (AI) di negara tersebut telah melampaui 6.000 perusahaan, dengan nilai industri inti mencapai lebih dari 1,2 triliun yuan atau setara dengan 171,39 miliar dolar AS.

Informasi ini disampaikan secara resmi pada Rabu, 21 Januari 2026.

Wakil Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi China, Zhang Yunming, menjelaskan bahwa sepanjang 2025, berbagai produk cip (chip) AI telah dirilis oleh perusahaan-perusahaan dalam negeri sebagai bagian dari percepatan pengembangan teknologi lokal.

Kapasitas Komputasi Capai 1.590 EFLOPS, AI Menyebar ke Berbagai Sektor Industri

Zhang menyebutkan bahwa kapasitas daya komputasi cerdas China pada 2025 tercatat mencapai 1.590 EFLOPS (ExaFLOPS), sebuah ukuran performa komputasi yang setara dengan 1 kuintiliun operasi floating-point per detik.

Penerapan AI di China telah merambah ke berbagai sektor industri utama, termasuk baja, logam nonbesi, energi, dan telekomunikasi.

Teknologi ini juga banyak digunakan dalam proses penelitian dan pengembangan produk, inspeksi kualitas, hingga layanan pelanggan.

Guna mendukung ekspansi ini, pemerintah China telah meluncurkan dana investasi nasional untuk industri AI senilai 60 miliar yuan.

Lebih dari 40 standar industri dan nasional utama untuk AI juga telah disusun dan dirilis sepanjang tahun 2025 sebagai landasan penguatan ekosistem teknologi.

Perubahan Struktur Kerja Dinilai Sebagai Peluang, Bukan Ancaman

Terkait kekhawatiran bahwa inovasi AI akan mengurangi jumlah lapangan kerja, Zhang Yunming menanggapi bahwa perubahan teknologi besar dalam sejarah justru membawa dampak positif.

"Restrukturisasi tidak berarti pekerjaan akan hilang dan bahwa iterasi tidak berarti penggantian", jelas Zhang.

Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi seperti AI cenderung meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan struktur pekerjaan, dan membuka lapangan kerja baru melalui transformasi industri secara menyeluruh.

Penulis :
Aditya Yohan