
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan program Papan Interaktif Digital (PID) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sains di sekolah, khususnya di wilayah terpencil dan kurang terjangkau infrastruktur.
Program ini menjadi bagian dari strategi nasional digitalisasi pendidikan, yang tak hanya berfokus pada distribusi alat, tetapi juga penyediaan akses listrik dan jaringan internet berbasis Starlink.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa teknologi seperti PID penting untuk mendukung pembelajaran berbasis deep learning di era digital.
Bantu Visualisasi Konsep Abstrak Sains
PID dirancang untuk membantu siswa memahami materi sains yang selama ini sulit dijelaskan melalui teks atau rumus semata.
Contohnya adalah konsep teori kinetik gas yang kini dapat divisualisasikan melalui simulasi gerakan partikel, memungkinkan siswa melihat secara langsung hubungan antara tekanan, volume, dan suhu.
Kepala SMAN 1 Indralaya, Pudyo Laksono, menyebut penggunaan PID meningkatkan keterlibatan siswa dan membuat proses pembelajaran jauh lebih konkret.
“Siswa bisa melihat simulasi langsung dan memahami konsep sains yang biasanya abstrak,” ujarnya.
Dukung Akses Pendidikan di Wilayah Terpencil
Selain PID, pemerintah juga memastikan sekolah penerima bantuan mendapat akses listrik dan koneksi internet berbasis Starlink untuk mendukung pembelajaran daring di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pendidikan nasional, agar seluruh siswa memiliki kesempatan belajar dengan kualitas yang merata, termasuk dalam mata pelajaran sains.
- Penulis :
- Gerry Eka







