Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Teknologi & Sains

SpaceX Ajukan Izin ke FCC untuk Luncurkan Satu Juta Satelit Demi Bangun Pusat Data AI di Orbit

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

SpaceX Ajukan Izin ke FCC untuk Luncurkan Satu Juta Satelit Demi Bangun Pusat Data AI di Orbit
Foto: Arsip Foto - Roket Falcon 9 milik SpaceX membawa 28 satelit Starlink ke orbit dari Florida, Amerika Serikat (sumber: SpaceX)

Pantau - SpaceX secara resmi mengajukan permohonan kepada Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) untuk meluncurkan hingga satu juta satelit dalam rangka membangun pusat data orbital berbasis tenaga surya guna mendukung kebutuhan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Rencana SpaceX Bangun Pusat Data AI di Antariksa

Permohonan ini bertujuan untuk menciptakan pusat data orbital pertama di dunia yang sepenuhnya bertenaga surya dan beroperasi dari luar angkasa.

Menurut laporan Engadget yang diterbitkan pada Minggu (1/2), dokumen permohonan yang diperoleh PCMag menyebutkan bahwa sistem ini akan terdiri dari konstelasi satelit yang beroperasi dalam cangkang orbit sempit dengan rentang hingga 50 kilometer masing-masing.

"Pusat data orbital merupakan cara paling efisien untuk memenuhi permintaan daya komputasi AI yang terus meningkat," tulis SpaceX dalam dokumen tersebut.

SpaceX menjelaskan bahwa pendekatan ini memungkinkan penghematan besar dalam biaya operasional dan perawatan karena memanfaatkan tenaga surya.

TechCrunch melaporkan bahwa seluruh konstelasi satelit ini dirancang untuk sepenuhnya bergantung pada energi matahari dan berfungsi sebagai infrastruktur pendukung komputasi AI.

Jumlah Satelit Picu Kekhawatiran Soal Polusi Antariksa

Saat ini, menurut data Badan Antariksa Eropa (ESA), terdapat sekitar 15.000 satelit buatan manusia yang mengorbit Bumi.

Jumlah tersebut sudah menimbulkan kekhawatiran mengenai polusi dan puing-puing antariksa yang dapat mengganggu operasional satelit lainnya.

SpaceX sendiri telah meluncurkan lebih dari 11.000 satelit Starlink dan baru-baru ini mendapat persetujuan dari FCC untuk menambahkan 7.500 satelit lagi.

Sebelumnya, SpaceX juga pernah meluncurkan 7.500 satelit tambahan pada tahun 2022 sebagai bagian dari ekspansi jaringan internet Starlink.

Meski begitu, jumlah tersebut masih jauh lebih kecil dibandingkan permohonan izin yang diajukan perusahaan.

Pada tahun 2020, SpaceX sempat mengajukan izin untuk meluncurkan hampir 30.000 satelit.

Selain SpaceX, perusahaan teknologi lain seperti Amazon juga ikut mengajukan permohonan kepada FCC untuk memperpanjang tenggat waktu peluncuran lebih dari 1.600 satelit milik mereka.

Penulis :
Arian Mesa