Pantau Flash
Pecah Rekor Lagi! Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Naik 5.828
Pemerintah Terbitkan Perpres 109/2020 Dorong Pelaksanaan PSN
Abu Bakar Ba'asyir Dirawat di RSCM dengan Pengawalan Densus 88 dan Brimob
KPK Tangkap Wali Kota Cimahi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Rumah Sakit
Kemenparekraf Gelar Rakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020

Baru 2 Pekan Jadi Jubir Kemenparekraf, Begini Cerita Prabu Revolusi

Baru 2 Pekan Jadi Jubir Kemenparekraf, Begini Cerita Prabu Revolusi Jubir Kemenparekraf, Prabu Revolusi. (Foto: Pantau.com/Tatang Adhiwidharta)

Pantau.com - Mantan penyiar berita TV, Prabu Revolusi, resmi ditunjuk menjadi Juru Bicara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Ia  membeberkan ceritanya ketika ditunjuk menjadi jubir.

"5-6 minggu yang lalu Mas Menteri (Wishnutama) dan Mbak Wamen (Angela) mengajak saya bertemu. Kita bicara panjang lebar sambil ngopi membicarakan banyak hal terutama pariwisata. Saya sendiri enggak kepikiran untuk jadi jubir," tutur Prabu Revolusi dalam sebuah acara Jurnalisme Pariwisata di Era New Normal di Jakarta, Jumat (20/11/2020).

Baca juga: Kemenparekraf Gelar Kelas Kekayaan Intelektual untuk Pelaku Parekraf

Ia mengatakan pada Oktober 2019, dirinya memutuskan untuk resign dari media televisi swasta di Indonesia. Selama itu, dirinya terjun ke dunia bisnis, tetapi datangnya pandemi COVID-19 membuatnya banyak mendekam di rumah bersama keluarga. "Saya memutuskan resign, kesibukan di rumah cuma menentukan makan apa, nonton drakor apa, sepedaan apa enggak. Lalu tiba-tiba ada telepon untuk ngobrol tentang komunikasi," tambahnya.

Kemudian, Prabu berbincang lama dengan Menparekraf Wishnutama dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo. Dirinya merasa terpanggil ingin ikut membangkitkan pariwisata Indonesia. Maklum saja, sektor pariwisata sangat terdampak dengan adanya pandemi COVID-19, bahkan semangat pelaku wisata menurun.

Jubir Kemenparekraf, Prabu Revolusi di dalam acara jurnalisme pariwisata bersama Kepala Biro Komunikasi, Agustini Rahayu dan Ketua Forwaparekraf, Johan Sompotan. (Foto: Pantau.com/Tatang Adhiwidharta).

"Ada satu kalimat yang mas menteri ucapkan dan akhirnya ingin jadi jubir. Gue tahu lo kemungkinan akan nolak, tapi pariwisata adalah sektor paling terdampak. Turunnya 80 persen, karena pandemi terdampak karena semua orang enggak boleh gerak, semua di rumah, kalau enggak gerak ya mati," papar suami dari Zee Zee Shahab itu.

Dirinya melihat, pariwisata berbeda dengan sektor pendidikan, karena masih bisa dilakukan dengan teknologi. Lantas pariwisata tidak bisa dengan teknologi, karena mesti ke lokasi, bahkan wisman pun tidak boleh masuk ke Indonesia.

Baca juga: Terkait Protokol Kesehatan, Kemenparekraf Latih Room Attendant Hotel

Prabu melihat sekarang sudah waktunya Kemenparekraf memiliki program dan semangat teman-teman di sektor pariwisata yang lagi menurun. Namun, dengan cara informasi yang menarik hingga bisa membangkitkan semangat teman-teman di sektor pariwisata, karena masyarakat butuh harapan.

"Saya pikir oke kalau itu impiannya saya ikut gabung yang ternyata kerjanya luar biasa. Enggak ada waktu sama anak-anak main, saya masuk pagi dan pulang malam dan hingga turun berat badan 2 kg," bebernya.

Pada kesempatan itu, Prabu juga menyebut dua tantangan yang dihadapi sektor pariwisata yaitu media baru dan new normal. "Tantangan ke depan jurnalisme media baru. Kita memasuki satu atau dua tantangan, yakni media baru dan new normal dengan desakan teknologi digital," tuntasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: