Pantau Flash
Sudah Ada 29.919 Orang di Indonesia yang Sembuh dari COVID-19
Nadiem Tegaskan Kebijakan: Belajar Merdeka Memiliki Daya Saing Kuat
Pratikno: Janagan Ribut Lagi Soal Reshuffle, Progres Kabinet Berjalan Bagus
TransJakarta Uji Coba Bus Listrik Rute Balai Kota-Blok M
Pencairan Gaji ke-13 PNS Masih 'Mengambang'

DPR Soroti Jaminan KUR untuk UMKM

DPR Soroti Jaminan KUR untuk UMKM Komisi XI DPR RI. (Foto: ANT)

Pantau.com - Komisi XI DPR RI menyoroti jaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar lebih ditingkatkan, yang disampaikan pada Rapat Dengar Pendapat antara Komisi XI DPR dengan Perum Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo).

“Kami berharap Jamkrindo dan Askrindo memberikan porsi yang lebih baik kepada UMKM, karena jika UMKM diberdayakan, negeri kita akan selamat dari dugaan krisis yang diprediksi akan terjadi oleh berbagai pihak,” kata Anggota Komisi XI Didi Irawadi Syamsuddin di Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Baca juga: Pemerintah Resmi Turunkan Suku Bunga KUR 6 Persen

Hal senada disampaikan anggota Komisi XI lainnya Indah Kurniawati, yang mengatakan bahwa sektor UMKM sudah sepatutnya diperhatikan, sehingga sebagai BUMN, Askrindo dan Jamkrindo selaiknya tidak hanya memikirkan keuntungan perusahaan semata.

“Askrindo dan Jamkrindo sebagai BUMN tidak perlu melulu memikirkan laba dan deviden, yang terpenting adalah hadir untuk rakyat, berpihak pada UMKM agar UMKM berjaya,” ungkap Indah.

Menurut Indah, UMKM terbukti mampu menyelamatkan krisis yang melanda Indonesia pada 1998 dan 2009, sehingga dengan prediksi datangnya resesi global, UMKM harus diperkuat.

Indah memaparkan, masyarakat Indonesia termasuk kategori konsumtif dalam membelanjakan uang, sehingga iming-iming pinjaman dari berbagai pihak dinilai begitu menggiurkan.

Baca juga: Akhirnya, Menko Darmin Ungkap Target KUR Tahun 2019 Sulit Dicapai

Dalam hal ini, Indah tak ingin UMKM dengan mudah mendapatkan pinjaman namun ditagih dengan cara yang tidak baik, sehingga ke depannya justru malah merugikan UMKM itu sendiri.

“Itulah yang ingin kita kawal sama-sama. Agar ke depan tidak terjadi hal yang mengkhawatirkan. Jangan sampai mereka di tagih oleh kreditur dengan tidak manusiawi,” tukas Indah.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: