Pantau Flash
Kemendes PDTT Raih Penghargaan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2020
Kementan Raih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik dari Kemenpan RB
Kemenparekraf Prediksi Tren Wisata Domestik dan Alam Akan Populer di 2021
Rekor Lagi! Kasus Positif COVID-19 RI Naik 5.534 per 25 November
Anita Kolopaking: Djoko Tjandra Ingin Nama Baiknya Dipulihkan

Jadikan Indonesia Pusat Industri Halal? Ma'ruf Amin Ungkap Data Ini

Headline
Jadikan Indonesia Pusat Industri Halal? Ma'ruf Amin Ungkap Data Ini Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Foto: Asdep Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Setwapres)

Pantau.com - Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mengatakan diperlukan langkah-langkah strategis yang kolaboratif dari seluruh pihak untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat produsen produk halal dunia.

"Untuk menjadikan Indonesia menjadi pusat produsen produk halal dunia, Indonesia memerlukan langkah-langkah strategis yang dilaksanakan oleh para pemangku kepentingan terkait secara simultan dan kolaboratif," ujar Wapres saat menjadi pembicara kunci pada webinar "Indonesia Menuju Pusat Produsen Halal Dunia" di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Sabtu (24/10/2020).

Saat ini, pasar halal global tidak hanya diminati oleh negara berpenduduk mayoritas muslim tetapi juga negara berpenduduk nonmuslim. Sebagai contoh, berdasarkan laporan Global Islamic Economic Report tahun 2019, Brasil merupakan eksportir produk makanan dan minuman halal nomor satu di dunia dengan nilai USD5,5 miliar yang disusul Australia senilai USD2,4 miliar.

Baca juga: Wapres Dorong Industri Halal Indonesia Jadi Tuan Rumah dan Pemain Global

Wapres menyampaikan permintaan produk halal oleh konsumen muslim global pun mengalami peningkatan setiap tahunnya. Melansir data dari the State of Global Islamic Economy Report 2019/2020, besarnya pengeluaran konsumen muslim dunia untuk makanan dan minuman halal, pariwisata ramah muslim, halal lifestyle, serta farmasi halal mencapai USD2,2 triliun pada 2018 dan diproyeksikan mencapai USD3,2 triliun, pada 2024.

"Dengan perkiraan penduduk muslim yang akan mencapai USD2,2 miliar jiwa pada 2030, maka angka perekonomian pasar industri halal global akan terus meningkat dengan pesat. Tentunya, hal ini merupakan potensi yang sangat besar yang harus dimanfaatkan peluangnya oleh Indonesia dengan memenuhi kebutuhan global melalui ekspor produk halal dari Indonesia," imbuhnya.

Lebih jauh, Wapres menuturkan sebagai negara berpenduduk 267 juta jiwa dengan jumlah penduduk muslim yang mencapai 87 persen dari total populasinya, Indonesia merupakan pasar yang sangat menentukan dalam perdagangan produk halal dunia.

Namun sayangnya, kata dia, hingga saat ini Indonesia masih berperan sebagai konsumen produk halal dunia, bahkan menjadi yang terbesar di antara negara-negara mayoritas muslim lainnya.

Pada 2018, Indonesia membelanjakan USD214 miliar untuk produk halal atau mencapai 10 persen dari pangsa produk halal dunia. "Indonesia masih banyak mengimpor produk-produk halal dari luar negeri. Indonesia selama ini hanya menjadi konsumen dan 'tukang stempel' untuk produk halal yang diimpor," ungkapnya.

Untuk itu, pada kesempatan tersebut Wapres mengajak berbagai pemangku kepentingan untuk bersungguh-sungguh bergerak menjadikan Indonesia tidak lagi sebagai konsumen, tetapi sebagai produsen dan eksportir produk halal terbesar di dunia.

Baca juga: Pemerintah Adakan Pelatihan Daring Manajemen Produk Halal UMKM

Beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan, menurut Wapres, pertama, menguatkan industri produk halal melalui pembentukan kawasan-kawasan industri halal maupun zona-zona halal di dalam kawasan industri yang sudah ada, sehingga kapasitas produksi produk halal Indonesia bisa meningkat secara signifikan dan terintegrasi, semakin berkualitas, serta berdaya saing global.

"Kawasan industri halal yang tumbuh dan berkembang diharapkan akan menarik perhatian investor global untuk menjadikan Indonesia sebagai global hub produk halal dunia," harapnya.

Terkait hal ini, terbitnya regulasi Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 17 Tahun 2020 tentang Tata Cara Memperoleh Surat Keterangan Dalam Rangka Pembentukan Kawasan Industri Halal, menurut Wapres, merupakan langkah awal yang baik untuk berkembangnya kawasan industri halal terpadu di Indonesia.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: