Pantau Flash
Akibat Korona, Luhut: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bisa Tertunda
KPAI Bentuk Dewan Etik Dalami Polemik 'Wanita Bisa Hamil di Kolam Renang'
Jihad Islam Palestina Sepakati Gencatan Senjata dengan Israel di Jalur Gaza
Komisi I DPR: Dewas TVRI Stop Gelar Seleksi Calon Dirut!
Vanessa Bryant Gugat Operator Helikopter yang Tewaskan Suaminya

Kontrak Berakhir di 2021, Chevron Hentikan Pengeboran di Blok Rokan

Headline
Kontrak Berakhir di 2021, Chevron Hentikan Pengeboran di Blok Rokan Ilustrasi Chevron. (Foto: Antara)

Pantau.com - PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) berhenti melakukan pengeboran sumur-sumur eksploitasi sepanjang tahun 2019 di blok Rokan. Pasalnya, kontrak perusahaan migas asal Amerika Serikat ini bakal berakhir pada 8 Agustus 2021.

Presiden Direktur Chevron Pacific Indonesia, Albert Simanjuntak, mengatakan perusahaannya sudah tak lagi melakukan pengeboran sumur di Rokan pada tahun 2018. Lantaran dianggap sudah tak lagi ekonomis.

"Saat ini kami sudah nggak ekonomis untuk bor sumur, terakhir kami bor 2018, 89 sumur," ujar Albert pada rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta.

Baca juga: Kementerian ESDM Mencatat Limbah Migas Terbesar Dihasilkan oleh Chevron

Kendati begitu, pengeboran dihentikan, produksi minyak pada tahun lalu mencapai 190 ribu barel per hari (bph). Angka ini mampu melebihi target Work Plan and Budget (WPNB) yang disepakati bersama SKK Migas sebesar 185 ribu bph.

Menurut Albert, target dapat terpenuhi karena perusahaan melakukan tindakan lain yakni workover menggunakan teknologi digital dengan memilih kandidat-kandidat sumur potensial yang dikerjakan dan meminimalisir downtime. Dengan demikian, produksi di blok Rokan tetap bisa optimal.

"Kami sangat bersyukur pendekatan yang dilakukan Alhamdulillah mampu melampaui rencana yang disetujui yakni 102,5 persen dari WPNB," katanya.

Baca juga: Kinclongnya Blok Rokan, Lapangan Migas Terbesar RI yang Super 'Legend'

Adapun pada tahun 2020, target produksi mencapai produksi 161 ribu bph berdasarkan WPNB. Namun, per 16 Januari 2020 rata-rata produksinya sudah mencapai 185,6 ribu bph.

Albert juga menambahkan, untuk bagi hasil ke pemerintah selama tahun lalu tercatat mencapai USD2,54 miliar. Sedangkan untuk bagian kontraktor sedikit di bawah USD250 juta.

"Jadi 91 persen yang kami hasilkan diserahkan pada pemerintah. Kami pahami Blok Rokan sangat penting, enggak hanya dari sisi produksi tapi penghasilan untuk pemerintah," pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Category
Ekonomi

Berita Terkait: