Pantau Flash
Sang Adik Positif Korona, Via Vallen: Jangan Kucilkan Mereka
Protokol New Normal di Tempat Kerja: Pekerja Tidak Boleh Terlalu Lelah
Puluhan Tahanan di Meksiko Terinfeksi Virus Korona
Analis: COVID-19 Miliki Dampak Luar Biasa pada Keuangan Rumah Tangga
FIFA Jatuhkan Skors ke Presiden Federasi Sepakbola Haiti

Mantul! Masyarakat Miskin hingga Ojol Dapat BLT dari Jokowi

Headline
Mantul! Masyarakat Miskin hingga Ojol Dapat BLT dari Jokowi Presiden Jokowi akan siapkan BLT untuk masyarakat miskin dan ojol. (Foto: Antara)

Pantau.com - Pemerintah Indonesia akan menyiapkan bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat miskin dan kelompok komunitas di antaranya pengemudi ojek dalam jaringan (daring) untuk menjaga daya beli dalam menghadapi imbas dari Virus Korona (COVID-19).

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono, menjelaskan skema itu akan dirancang dalam stimulus ekonomi lanjutan. Menurutnya, ada sekitar 29,3 juta orang rumah tangga termiskin di Indonesia yang akan digelontorkan BLT.

Dari jumlah itu, data yang sudah valid di Kementerian Sosial ada 15,2 juta orang penerima bantuan pangan nontunai atau dikenal Program Sembako.

Baca juga: SBY Berharap Pemerintah Sering Bantu Rakyat, Seperti BLT pada Zamannya

Sedangkan, untuk 14,1 juta orang sisanya, kata dia, pemerintah sedang menghitung kembali sambil menggulirkan BLT untuk 15,2 juta orang tersebut. Selain kepada masyarakat termiskin, BLT selanjutnya untuk kelompok komunitas terdampak.

Sasaran pertama, lanjut dia, adalah para pekerja sektor informal seperti warung, toko-toko kecil, pedagang pasar, dan sebagainya.

Baca juga: Dampak Korona, Jokowi Tambah Tunjangan Kartu Sembako Murah Jadi Rp200 Ribu

Sasaran kedua adalah para pelaku usaha transportasi online seperti pengemudi Gojek dan Grab serta pekerja informal lainnya, termasuk pekerja harian di mal, pusat perbelanjaan, dan lainnya.

"Untuk datanya, kami koordinasikan dengan pemerintah daerah terutama DKI Jakarta, Gojek, Grab, dan beberapa asosiasi seperti salah satunya Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI)," jelas Susiwijono.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: